Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kunjungan Ke 'Alaska' Merangkak Naik
BERITABALI.COM, TABANAN.
Kunjungan wisatawan ke Daya Tarik Wisata 'Alaska' (Alas Kedaton), Desa Kukuh, Kecamatan Marga mulai merangkak naik meski terjadi kenaikan tarif masuk. Wisatawan yang datang ke DTW yang mengandalkan satwa kera dan kelelawar itu per harinya mencapai 800 orang.
Hal itu diungkapkan Ketua Badan Pengelola DTW Alas Kedaton Nyoman Rai Sapta Adi, Minggu (22/4) . Dikatakannya, sejak pertengahan tahun 2011 lalu, trend kunjungan mengalami peningkatan. Rai memprediksi di bulan Mei dan Juni bertepatan dengan libur sekolah, kunjungan ke Alas Kedaton akan mengalami lonjakan. Utamanya wisatawan nusantara dari kalangan pelajar yang melaksanakan darma wisata.
Selain kenaikan jumlah kunjungan wisatawan nusantara, kunjungan wisatawan mancanegara juga mengalami peningkatan. Dari data yang dipegangnya, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara lebih dominan dibanding wisatawan nusantara. “Wisatawan nusantara ada musimnya, seperti libur hari besar keagamaan, tahun baru maupun libur sekolah. Jika wisatawan mancanegara setiap hari selalu ramai ke sini (Alas Kedaton),” ungkap Rai.
Dia berharap, kejayaan kunjungan ke Alas Kedaton kembali bangkit. Diceritakannya, sebelum ledakan Bom di Legian, Kuta, jumlah kunjungan per hari ke Alas Kedaton mencapai rata-rata 2000 kunjungan per hari. Alas Kedaton mulai sepi, sejak terjadinya ledakan bom Bali yang kedua.
“Setelah kejadian bom di Kuta, rata-rata kunjungan per hari ke Alas Kedaton hanya 100 atau 200 kunjungan. Syukur, sejak setengah tahun lalu ada peningkatan cukup tajam,” terangnya.
Sejak awal tahun 2012, Desa Adat Kukuh selaku pemilik Alas Kedaton melakukan perubahan besar-besaran. Seperti penjaringan tenaga baru untuk penjualan tiket dan tenaga kebersihan. Demikian pula merawat dan memelihara kera agar jinak. Rai mengatakan, jumlah kera yang masuk kampung sudah berkurang, semenjak pasokan makanan kera ditambah.
“Kini kita sudah punya suplier yang membawakan makanan kera ke Alas Kedaton. Dulu, kita harus masuk pasar demi pasar untuk mendapatkan makanan kera sehingga stoknya tak stabil. Sekarang ada suplier dari luar Bali yang sudah mensuplai sehingga pasokan makanan kera aman,” pungkasnya.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan