Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Depresi, Nekat Masuk Bali GUnakan Paspor Palsu
BERITABALI.COM, BADUNG.
Kapolsek KP3 Udara Kompol Ventie Bernad Musak menegaskan bahwa Morteza Foroughin, warga Iran yang terjun dari atas pesawat pada Sabtu (4/8/2012) malam, diduga mengalami depresi.
Ventie mengatakan, dari laporan yang dirangkum leh pihak kepolisian, kejadian itu berawal pada Sabtu (4/8/2012) sekitarpukul 19.00 Wita. Saat itu para penumpang pesawat Qatar Air Lines QR-638 yang baru tiba di Bandara International Ngurah Rai dari Doha-Qatar melakukan proses 'clearance' di pintu pemeriksaan imigrasi, tepatnya di terminal kedatangan International bandara Ngurah Rai.
Saat itulah Morteza Foroughin, pemegang paspor Iran bernomor J21587392 melakukan clearance. Petugas Imigrasi mencurigai yang bersangkutan menggunakan paspor palsu. Foto yang ada di paspor tidak sama dengan profil pemegangnya. “Petugas Imigrasi curiga karena warga Iran itu memiliki paspor palsu,” terangnya, pada Senin (6/8/2012).
Morteza dibawa petugas Imigrasi untuk diperiksa lebih akurat. Dari hasil pemeriksaan barang bawaan Morteza dan wawancara yang dilakukan oleh Kepala Unit Alfa diketahui bahwa Morteza hanya membawa bebarapa potong pakaian untuk masa tinggal selama 3 minggu di Bali. “Bahkan alamat tempat tinggal selama di Bali tidak sesuai dengan alamat yang dituliskan warga negara Iran tersebut di kartu Imigrasi,” jelas Kapolsek.
Dari rangkaian pemeriksaan dan wawancara tersebut, ditambah dengan ketidak-cocokan antara foto di paspor dan profil pemegangnya, petugas Imigrasi memutuskan untuk menolak warga negara Iran tersebut untuk memasuki wilayah negara Republik Indonesia. Pihak Imigrasi kemudian mengembalikan Morteza ke Air Lines pengangkutnya yaitu Qatar Air Lines untuk selanjutnya dipulangkan ke Doha, Qatar.
Kompol Ventie menambahkan, sekitar pukul 22.00 wita, proses boarding penumpang pesawat Qatar Air Lines QR-639 tujuan Doha-Qatar dimulai. Sementara Morteza warga Iran yang sebelumnya ditolak masuk ke wilayah Indonesia masuk ke dalam pesawat melalui gate 6. Setelah berada di dalam pesawat, Morteza diketahui membuka pintu pesawat bagian belakang dan langsung melompat keluar dari pesawat. Akibatnya, Morteza terjatuh tersungkur di Air Side. “Dia membuka pintu belakang dan terjatuh di air side,”
urainya. Morteza kemudian dilarikan ke rumah sakit BIMC di Jalan By Pass Ngurah Rai simpang siur, Kuta. Korban masih dirawat di rumah sakit tersebut dalam kondisi yang cukup parah. Dari hasil foto rontgen, korban yang dirawat di ruang 261 lantai BIMB itu mengalami patah tulang pada tulang leher, tulang belakang bawah, tulang belikat kiri, tulang pinggung dekat kemaluan dan kaki kiri memar dan bengkak.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2604 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2259 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan