Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
WN Iran Lompat dari Pesawat Dideportasi
BERITABALI.COM, BADUNG.
Warga Negara Iran, Foroughin Monteza Baratali (25) yang sempat melompat dari pesawat akhirnya dideportasi pihak Imigrasi Bali ke negara asalnya. "Kita telah deportasi dari Bandara Ngurah Rai dengan pesawat Qatar Air ke negara asalnya," jelas Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak asasi Manusia (Kanwil Kemenkum HAM) Bali, Maroloan Baringbing Jumat (10/8/2012).
Sebelum dideportasi, Baratali sempat lima hari menjalani perawatan di rumah sakit akibat patah tulang yang dialaminya. Saat dideportasi, kesehatan warga asing asal Timur Tengah itu belum pulih 100 persen.
"Keputusan deportasi kita ambil setelah ada surat perintah dari Kementerian Hukum dan HAM. Kita juga telah memiliki surat keterangan dari tim medis yang menyatakan kesehatan Baratali sudah lebih baik dari sebelumnya sehingga bisa melakukan perjalanan jauh,"jelasnya.
warga asing asal Iran Foroughin Monteza Baratali (25) nekat melompat dari pesawat pada Sabtu 4 Agustus lalu. Saat itu ia hendak dideportaasi namun berontak dan berniat kabur dengan melompat dari pesawat. Akibatnya ia mengalami luka patah tulang di beberapa bagian tubuhnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2822 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun