Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Mangku Pastika Mengaku Belum Komunikasi dengan Megawati
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengaku sampai saat ini dirinya belum pernah diajak bicara baik oleh Megawati Soekarno Putri maupun oleh para petinggi PDIP lainnya terkait dirinya dalam pemilihan Gubernur Bali pada 2013 mendatang.
"Sampai sekarang saya belum diajak bicara terkait hal tersebut. Makanya saya sekarang terbuka dan membuka diri bagi partai apa saja. Saya biasanya membuang diri, terserah siapa yang ambil, ya, silahkan saja," ungkapnya Pastika, saat ditemui usai pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng di Jaya Sabha Denpasar, Senin (27/8/2012).
"Sekarang saya benar-benar happy. Semua program yang pro rakyat sudah saya lakukan sekalipun belum begitu sempurna. Kalau pun saya tidak terpilih lagi, berarti ada calon lain yang programnya lebih hebat dari saya. Mari kita sama-sama mendukungnya," ujarnya. Menurut Pastika, ada tiga hal penting jika ada calon pemimpin yang ingin memimpin Bali. Pertama, dukungan partai politik. Kedua, dukungan dari rakyat, dari pemilih di akar rumput.
"Ketiga adalah restu dari Ida Batara atau Tuhan Yang Maha Kuasa. Untuk di Bali, ada keunikan tersendiri. Kalau tidak direstui Ida Batara, tidak akan bisa dilakukan," tegasnya.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2275 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan