Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pilgub Bali Belum Jurdil

denpasar

Selasa, 21 Mei 2013, 14:42 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com/doc

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Bali Integritas, Nyoman Mardika menilai pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Bali belum sepenuhnya berjalan secara maksimal dan memenuhi kriteria kejujuran dan keadilan. Proses Pilgub Bali, kata Mardika baik sebelum pencoblosan maupun sesudah pencoblosan berjalan dengan tidak jujur.

"Kami menilai masih jauh dari harapan masyarakat untuk pelaksanaan demokrasi di Indonesia, khususnya di Bali dalam pelaksanaan pilkada yang jujur dan adil. Terbukti, dari kedua tim pemenangan, yaitu Cagub dan Cawagub Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan dan pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta dalam perolehan suara ada klaim mengklaim kemenangannya," ujar Mardika dalam keterangan resminya di Denpasar, Selasa (21/5/2013).    

Menurut mantan Wakil Ketua DPD KNPI Bali itu, jika pelaksanaan Pilgub Bali itu dipersiapkan secara matang dan pengawasan dari pihak penyelenggara, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) secara cermat dan adil, maka tidak ada yang akan merasa dirugikan.

"Tapi yang terjadi sekarang justru Pascapilkada Bali, kedua kandidat gubernur dan wakil gubernur berencana akan mengadukan terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dalam rentang penyelenggaraan Pilgub ini," imbuhya.    

Semestinya KPU dan instansi terkait, ucap Mardika sudah bisa mengantisipasi sebelum terjadi permasalahan tersebut. Apalagi kegiatan ini bagian dari rutinitas hajatan demokrasi di tanah Air.

"Ini adalah hajatan demokrasi, semestinya hal seperti praktek-praktek penggelembungan suara, politik uang dan intimidasi tidak boleh terjadi pada masyarakat pemilih. Kenyataannya di beberapa kabupaten, sehari menjelang pencoblosan ke tempat pemungutan suara (TPS), praktek-praktek semacam itu terjadi di masyarakat," pintanya.    

Mardika mengaku beberapa dugaan praktek kotor yang terjadi pada Pilgub Bali, seperti yang disampaikan dari tim kampanye pasangan Cagub/Cawagub Puspayoga-Sukrawan (PAS) antara lain dugaan penggelembungan surat suara di beberapa TPS di tiga kabupaten, yaitu Tabanan, Buleleng dan Karangasem.

"Tim PAS siap menantang perhitungan ulang di Kabupaten Tabanan. Dari laporan tim pemenangan PAS merasa dirugikan, sehingga perolehan suara yang diestimasi sebelumnya menjadi anjlok atau kalah," tegasnya.    

Dipihak lain, Ketua tim pemenangan Cagub/Cawagub Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta (Pasti-Kerta), Made Mudarta mengaku pihaknya mendapat pelaporan dari saksi-saksinya ada juga intimidasi dari pihak lawannya.

"Kami serahkan prosesnya kepada Panwaslu dan penyelenggara pilkada. Kita ikuti proses pilkada ini dengan baik. Kalau nanti ada temuan yang spesifik maka saya akan sampaikan pada Panwaslu agar segera ditindaklanjuti," jelasnya.

Sementara berdasarkan jadwal KPUD Bali, pengumuman rekapitulasi penghitungan suara pilgub Bali rencananya akan berlangsung pada tanggal 25-27 Mei mendatang. Untuk itu, semua kandidat dan pendukungnya dihimbau bersabar menunggu hasil resmi KPU untuk mengetahui pasangan yang unggul dalam Pilgub ini.

 



Berbagai elemen baik Pangdam IX Udayana, Kapolda Bali dan sejumlah tokoh Bali meminta semua pihak menjaga kedamaian Bali dan tidak berbuat anarkis. Selain itu, masyarakat Bali juga diminta untuk tidak terprovokasi dengan berbagai situasi dan perkembangan yang terjadi terkait Pilgub Bali.
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami