Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Alam Dirubah, Pasti Akan Rusak
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Rencana investor untuk membangun sarana wisata dengan mereklamasi Teluk Benoa terus mendapat respon dari tokoh masyarakat Bali. Reklamasi Teluk Benoa, dinilai hanya akan merusak alam sekitarnya.
Respon atas rencana reklamasi Teluk Benoa ini disampaikan Made Mudarta, pengusaha yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Bali. Menurut Mudarta, rencana reklamasi ini perlu ditinjau ulang karena dikhawatirkan akan bisa merusak alam lingkungan di Teluk Benoa.
"Jika alam dirubah-rubah, pasti akan rusak. Contohnya saja sungai. Jika sungai dibuang sampah, dibendung, dan tidak dijaga kelestariannya, pasti akan rusak lingkungan sekitarnya. Hal ini juga bisa terjadi pada reklamasi di Teluk Benoa, jika reklamasi jadi dilakukan,"ujar pria asal Jembrana ini.
Mudarta menambahkan, jika rencana reklamasi di Teluk Benoa benar-benar hendak diwujudkan, perlu dibuat kajian yang tepat agar pembangunan itu tidak merusak alam Bali.
"Perlu ada penelitian, perencanaan yang matang terkait reklamasi itu. Apakah reklamasi tidak merusak alam sekitar Teluk Benoa, apakah arus laut tidak berubah dan berdampak pada nelayan sekitar, dan sebagainya. Ini penting bagi kita untuk selalu menjaga alam agar tidak rusak,"ujarnya.
Sebelumnya, keprihatinan terkait rencana reklamasi Teluk Benoa, juga disampaikan Tokoh dari Puri Kesiman Denpasar, Anak Agung Kusuma Wardana. Penglingsir atau tokoh Puri Kesiman ini mengaku sudah pernah dihubungi pihak investor terkait rencana reklamasi di Teluk benoa itu.
"Saya sudah pernah dikontak oleh inventor terkait rencana reklamasi itu. Calon investor itu mengaku sudah memegang hak pengelolaan kawasan itu setelah direklamasi,"jelas Kusuma Wardana, di Denpasar, belum lama ini.
Terkait penjelasan investor yang akan mereklamasi Teluk Benoa, Kusuma Wardana mengaku prihatin.
"Waktu itu saya hanya mendengarkan saja penjelasan yang disampaikan. Saya prihatin saja, karena dulu reklamasi sudah merusak Pulau Serangan, sekarang ini ada lagi reklamasi di Teluk Benoa," ujar pria yang akrab dipanggil Turah ini.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mencurigai adanya indikasi rencana reklamasi pantai di Teluk Benoa. Dimana menurut rencana reklamasi tersebut bertujuan untuk membentuk daratan baru seluas 400 hektar bagi pembangunan wisata alam dan bahari.
Ketua Dewan Daerah Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bali Wayan Gendo Suardana dalam keteranganya saat Dialog Lingkungan Hidup di Denpasar (21/5/2013) lalu mengatakan, reklamasi di Teluk Benoa tersebut murni demi kepentingan bisnis. Indikasi bahwa akan dilakukanya reklamasi dikuatkan dengan berbagai bukti, salah satunya rencana pembangunan sirkuit di Bali.
“Kuat dugaan, kuat indikasinya ini akan dibangun pulau baru, karena ada pernyataan Menpora mau membuat sirkuit di Bali di antara jalan tol, kemudian ada informasi yang kita dapat di lapangan bahwa mereka sudah mulai sosialisasi ke masyarakat,” ujar Gendo Suardana.
Wayan Gendo Suardana menambahkan, berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan Walhi Bali, reklamasi di Teluk Benoa ditargetkan telah selesai dalam 2 tahun kedepan. (dev)
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5833 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4599 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2564 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2208 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2191 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan