Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Alam Dirubah, Pasti Akan Rusak

Senin, 1 Juli 2013, 11:17 WITA Follow
Beritabali.com

google/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Rencana investor untuk membangun sarana wisata dengan mereklamasi Teluk Benoa terus mendapat respon dari tokoh masyarakat Bali. Reklamasi Teluk Benoa, dinilai hanya akan merusak alam sekitarnya.

Respon atas rencana reklamasi Teluk Benoa ini disampaikan Made Mudarta, pengusaha yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Bali. Menurut Mudarta, rencana reklamasi ini perlu ditinjau ulang karena dikhawatirkan akan bisa merusak alam lingkungan di Teluk Benoa.

"Jika alam dirubah-rubah, pasti akan rusak. Contohnya saja sungai. Jika sungai dibuang sampah, dibendung, dan tidak dijaga kelestariannya, pasti akan rusak lingkungan sekitarnya. Hal ini juga bisa terjadi pada reklamasi di Teluk Benoa, jika reklamasi jadi dilakukan,"ujar pria asal Jembrana ini.

Mudarta menambahkan, jika rencana reklamasi di Teluk Benoa benar-benar hendak diwujudkan, perlu dibuat kajian yang tepat agar pembangunan itu tidak merusak alam Bali.

"Perlu ada penelitian, perencanaan yang matang terkait reklamasi itu. Apakah reklamasi tidak merusak alam sekitar Teluk Benoa, apakah arus laut tidak berubah dan berdampak pada nelayan sekitar, dan sebagainya. Ini penting bagi kita untuk selalu menjaga alam agar tidak rusak,"ujarnya.


Sebelumnya, keprihatinan terkait rencana reklamasi Teluk Benoa, juga disampaikan Tokoh dari Puri Kesiman Denpasar, Anak Agung Kusuma Wardana. Penglingsir atau tokoh Puri Kesiman ini mengaku sudah pernah dihubungi pihak investor terkait rencana reklamasi di Teluk benoa itu.

"Saya sudah pernah dikontak oleh inventor terkait rencana reklamasi itu. Calon investor itu mengaku sudah memegang hak pengelolaan kawasan itu setelah direklamasi,"jelas Kusuma Wardana, di Denpasar, belum lama ini.

Terkait penjelasan investor yang akan mereklamasi Teluk Benoa, Kusuma Wardana mengaku prihatin.

"Waktu itu saya hanya mendengarkan saja penjelasan yang disampaikan. Saya prihatin saja, karena dulu reklamasi sudah merusak Pulau Serangan, sekarang ini ada lagi reklamasi di Teluk Benoa," ujar pria yang akrab dipanggil Turah ini.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mencurigai adanya indikasi rencana reklamasi pantai di Teluk Benoa. Dimana menurut rencana reklamasi tersebut bertujuan untuk membentuk daratan baru seluas 400 hektar bagi pembangunan wisata alam dan bahari.

Ketua Dewan Daerah Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bali Wayan Gendo Suardana dalam keteranganya saat Dialog Lingkungan Hidup di Denpasar (21/5/2013) lalu  mengatakan, reklamasi di Teluk Benoa tersebut murni demi kepentingan bisnis. Indikasi bahwa akan dilakukanya reklamasi dikuatkan dengan berbagai bukti, salah satunya rencana pembangunan sirkuit di Bali.

“Kuat dugaan, kuat indikasinya ini akan dibangun pulau baru, karena ada pernyataan Menpora mau membuat sirkuit di Bali di antara jalan tol, kemudian ada informasi yang kita dapat di lapangan bahwa mereka sudah mulai sosialisasi ke masyarakat,” ujar Gendo Suardana.

Wayan Gendo Suardana menambahkan, berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan Walhi Bali, reklamasi di Teluk Benoa ditargetkan telah selesai dalam 2 tahun kedepan. (dev)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami