Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sekjen ESDM Pintu Masuk Jerat Jero Wacik

jakarta

Selasa, 24 September 2013, 18:22 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/dok

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Beritabali.com, Jakarta. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad menyatakan keterlibatan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, ada di tangan Sekretaris Jenderal ESDM, Waryono Karyo.

Ini terkait dalam perkara dugaan suap pengurusan kegiatan di lingkungan SKK Migas.

Tanpa ragu Doktor Hukum mengatakan, keterangan Waryono pada saat pemeriksaan akan menjadi pintu masuk buat mengungkap sejauh mana dugaan keterlibatan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat itu.

"Ini kan masih diperiksa saksi dan tersangka. Kita belum bisa memeriksa Jero sebelum memeriksa Sekjen," kata Abraham kepada wartawan di Gedung Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Selasa (24/9/2013).

Abraham mengisyaratkan keterangan Waryono sebagai salah satu saksi kunci dalam perkara ini sangat penting buat membongkar keterlibatan Jero. Serta membuktikan analisa soal kartel minyak dan gas nasional.

Menurut dia, jika nantinya Waryono 'bernyanyi', bukan tidak mungkin Jero akan terseret dan ikut menjadi tersangka suap Rp7 Miliar ini.

Pendiri ACC Makassar ini juga secara tegas menyatakan jika Waryono merupakan kunci untuk Jerat Jero Wacik.

Abraham menyatakan sampai saat ini pihaknya masih terus mengusut aliran dana dari pihak penyuap, yakni Kernel Oil, maupun pihak lain kepada SKK Migas dan Kementerian ESDM.

Dia pun berjanji pada saatnya nanti, akan terungkap kasus korupsi di ranah pengelolaan minyak dan gas yang lebih besar bakal terungkap.

"Jadi semua laporan bahkan informasi apapun akan kita dalami, supaya kita bisa membuka secara terang kasus SKK Migas. Karena kasus SKK Migas ini kasus yang luar biasa menyedot perhatian publik. Maka dari itu untuk tersangka kepala SKK Migas hanya sebagian kecil dan sebagai pintu masuk untuk membuka kasus yang lebih besar," lanjut Abraham. [bbn/inilah.com]

 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami