Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tenun Sidemen Di Kancah Internasional

karangasem

Jumat, 15 November 2013, 16:17 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Beritabali.com, Sidemen. Suara kayu beradu, seolah saling bersahutan melengkapi kesejukan alam perbukitan desa Lantang Katik, Sidemen. Suara - suara itu berasal dari pengrajin kain tenun yang sudah terkenal di mancanegara.

Sidemen, merupakan salah satu sentra industri tenun ikat endek yang masih terjaga penggarapannya secara tradisional. Hingga saat ini, proses pembuatannya dapat disaksikan langsung oleh wisatawan. Di kalangan ibu - ibu pengrajin, cara pembuatan tenun tradisional ini disebutnya dengan istilah "Glojeg".          

" Iya, karena suara yang keluar dari mesin gelejeg...gelejeg ", ungkap Ketut Wati yang sudah 6 tahun berkutat dengan Alat Tenun Bukan Mesin ( ATBM ).

Bersama puluhan rekan lainnya, Wati bekerja di salah satu perusahaan tenun ikat endek yang bermitra dengan PT. Garuda Indonesia. Dalam sehari, dari mesin tradisional tersebut mampu menyelesaikan satu buah kain tenun berukuran dua meter. Kesulitan yang dihadapi selama ini hanya masalah benang yang kerap kali tidak sesuai pada lajurnya.

Dari sekian kain tenun yang ada di Bali, tenun Sidemen punya ciri khas secara universal, selain motif dan corak. Salah satunya adalah pewarna yang berasal dari daun dan akar tumbuhan.

Salah satu pengelola, Wayan Suartana menerapkan bahan pewarna ramah lingkungan merupakan suatu keharusan agar keunikannya tetap terjaga. Selama ini, proses pewarnaan dari bahan baku masih bisa tersedia di alam.

" Sebenarnya banyak bahan pewarnaan yang berasal dari alam, bisa dari daun atau akar kayu ", tuturnya.

Suartana atau akrab dipanggil Kawi mengelola beberapa usaha di bidang tenun ikat endek warna alami. Kebanyakan kaum perempuan fokus pada proses pembuatan sementara kaum laki lebih pada pembuatan motif maupun proses pewarnaan.

Dari tangan - tangan pengrajin inilah, sebagian produknya sudah mampu dijual ke Eropa serta mengikuti ajang pameran di luar negeri. Proses pembuatan langsung tenun ikat endek Sidemen, baru ini juga tak luput dari kunjungan 18 delegasi KTT APEC yang berlangsung di Bali. (eja)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami