Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
Sakit-Sakitan, Wayan Jarwa Gantung Diri di Kuburan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Diduga karena tak kuat menanggung sakit yang diderita, I Wayan Jarwa (70) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon sengon, Setra (kuburan) Dusun Gempinis Kangin Desa Dalang, Selemadeg Timur, Sabtu pagi (8/2/2014). Korban pertama kali ditemukan oleh saksi Ni Wayan Suami sekitar pukul 07.30 pagi. Korban dilihat dalam keadaan menggantung di pohon sengon menggunakan kabel listrik sepanjang 3 meter dan kain.
Saat itu saksi asal Dusun Gempinis Kauh hendak ke tempat kerja di Dusun Gempinis Kangin, setiba di TKP Saksi melihat melihat sesosok orang tergantung di Pohon Ketutub sejenis Sengon. Kemudian Saksi lansung berlari karena ketakutan. Saat saksi tiba di Dusun Gempinis Kangin saksi menyampaikan hal kepada warga.
Kemudian beberapa warga diantaranya Pan Tutik, Pan Surya, Pak Dea menuju TKP . Tiba di TKP warga baru mengetahui bahwa sesosok yang tergantung tersebut adalah I Wyn Jarwa. Kemudian saksi dan warga memberitahukan kapada I Wyn Suyadnya (anak Korban) dan I Wyn Subagia (Misan Korban). Keduanya kemudian menuju TKP dan menurunkan Korban dari Pohon dan membawa korban ke rumah duka.
Kapolres Tabanan AKBP Dekananto membenarkan kejadian itu. Korban melakukan gantung diri dengan menggunakan Kabel Listrik (3 meter) dan Kamen. Korban kemudian langsung dibawa ke rumah duka. "Dari hasil pemeriksaan Team medis Pukesmas I Seltim dan Olah TKP dari team Inafis Polres Tabanan, Korban dinyatan murni meninggal dunia akibat gantung diri," jelasnya.
Keluarga korban berkeberatan untuk dilakukan otopsi karena menganggap hal tersebut sabagi musibah. "Diduga korban mengakhiri hidupnya karena sudah lama sakit-sakitan," jelas Kapolres.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun