Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Wisatawan Antusias Sambut Denpasar Fusion Food Festival
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Wisatawan mancanegara yang berlibur di Bali belakangan ini memiliki kegemaran terhadap menu makanan Bali. Untuk menyesuaikan lidah wisatawan asing tersebut, akhirnya digelar Denpasar Fusion Food Festival 2014. Perwakilan dari Indonesian Chef Association (ICA) Henry Alexie Bloem menyampaikan bahwa fusion food merupakan perpaduaan penyajian menu makanan khas Bali dengan sajian dan bahan dari luar negeri.
"Fusion food adalah pengertian dari mengkombinasinakan makanan khas Bali yang disajikan dengan gaya Barat. Misalnya ayam betutu disajikan ala meksiko," kata Henry di Pantai Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Kamis 20 Februari 2014. Henry menuturkan fusion food juga berarti menu makanan yang menggabungan ciri khas dua negara, baik dari segi bumbu, bahan-bahan maupun cara penyajian. "Saya lebih suka menyebutnya modern. Fusion food itu bisa dari cara penyajiannya, memasaknya, atau bumbunya. Tren fusion food sedang digemari wisatawan," tuturnya.
Fusion food, sambung Henry merupakan salah satu bagian untuk mengangkat citra pariwisata Bali. Menurutnya, di Bali lebih dari 98 persen wisatawan, baik domestik maupun luar negeri sangat menggemari menu makanan Bali. "Chef juga terus berinovasi membuat yang baru. Tinggal komitmen dari pemerintah, chef dan perusahaan. Misalnya dibuatkan peraturan jika sekian persen dari menu makanan yang disajikan harus berbau makanan Bali," jelas Henry.
Vita Datau juru bicara Akademi Gastronomi Indonesia (AGI) menambahkan kuliner Indonesia memiliki nilai tinggi, terutama kuliner Bali. Menu makanan Indonesia, imbuh Vita, tak hanya kaya lezat sebagai kudapan, tetapi di dalamnya juga terkandung nilai-nilai historis. "Kami berperan mengembangkan, melestarikan dan mempromosikan masakan Indonesia. Tidak hanya enak, tapi juga berkaitan dengan kesejahrahan. Apalagi di Bali yang culture-nya tinggi," paparnya.
Meski begitu, Vita mengaku menu makanan Indonesia belum begitu banyak dikenal di mancanegara. "Yang mempromosikan ini baru sedikit. Kita sendiri belum berhasil mempromosikan. Kita berharap ada dorongan kebijakan-kebijakan kuliner Indonesia di mata dunia," harap Vita.
Sementara itu, Ketua HIPMI Denpasar, I Putu Yuliartha memaparkan bahwa 33 persen wisatawan yang datang ke Indonesia lantaran ingin berburu kuliner Nusantara. Baginya, fusion food perlu terus dikembangkan dan digelar agar wisatawan semakin mengenal menu nusantara yang beragam.
"Kuliner ini side object yang kita miliki. Ini tidak bisa dipisahkan dari pariwisata. Dia sudah menjadi another destination. Wisatawan rekreasinya banyak yang mencari kuliner," tandas Yuliartha.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2268 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan