Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Tolak Capres Militer, Arya Wedakarna Dikecam
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ajakan tokoh muda yang juga elit Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bali I Gusti Arya Wedakarna yang meminta masyarakat tidak memilih calon berlatar belakangan militer mendapat kecamanan para aktivis pemuda lainnya.
Aktivis yang bergabung di KNPI seperti Pemuda Pancasila, FKPPI, Pemuda Muhammadiyah, GMFKPPI dan lainnya menyayangkan pernyataan Wedakarna dalam diskusi bertema mencari simpatik di pilpres tanpa mencela yang digelar KNPI pada Senin 30 Juni 2014.
Ketua AMPI yang fungsionaris KNPI Bali Putu Yuda Suparsana mengaku pihaknya menyayangkan diskusi yang mendatangkan tim kampanye capres cawapres baik nomor urut 1 dan nomor urut2, menjadi ajang untuk mencaci maki mendeskreditkan salah satu figur Capres.
"Kami menilai tidak sepantasnya, Wedakarna melontarkan pernyataan yang menjurus kampanye hitam, sangat jauh dari suasana damai kekeluargaan yang hendak dibangun dalam diskusi," kata Yuda di Denpasar, Selasa 1 Juli 2014.
Menurut Yuda, pernyataan Wedakarna yang meminta warga jangan memilih capres militer sebaliknya mendukung capres dari sipil, secara substantif cukup tendensius. Parahnya, dalam pernyataan penutup diskusi disebut-sebut berkali-kali mewakili tokoh KNPI Bali.
Pernyataan itulah yang dinilai sangat mengganggu mereka karena mendeskreditkan pemimpin berlatarbelakang militer tidak layak dipilih. Selain itu, pernyataan itu juga mereka nilai kontraproduktif dengan apa yang diperjuangkan bangsa ini untuk tidak membenturkan sipil dan militer.
"Pernyataan Wedakarna sudah mulai menyerang pribadi Prabowo sehingga disesalkan dan mestinya tidak patut disampaikan di depan publik seperti itu. Apalagi membawa-bawa nama organisasi KNP yang mestinya tidak memihak dan netral dalam Pilpres," tegasnya.
Terkait hal itu, mereka mempertanyakan sikap KNPI sebagai penyelenggara diskusi yang bertindak tidak profesional dan berimbang dengan memberikan ruang bagi para pembicara mendeskreditkan salah satu capres.
"Jika KPNI Bali tidak segera mengklarifikasi terkait penyelenggaraan diskusi tersebut, kami akan menarik anggota mereka dari kepengurusan di KNPI," ancamnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan