Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Tolak Capres Militer, Arya Wedakarna Dikecam
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ajakan tokoh muda yang juga elit Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bali I Gusti Arya Wedakarna yang meminta masyarakat tidak memilih calon berlatar belakangan militer mendapat kecamanan para aktivis pemuda lainnya.
Aktivis yang bergabung di KNPI seperti Pemuda Pancasila, FKPPI, Pemuda Muhammadiyah, GMFKPPI dan lainnya menyayangkan pernyataan Wedakarna dalam diskusi bertema mencari simpatik di pilpres tanpa mencela yang digelar KNPI pada Senin 30 Juni 2014.
Ketua AMPI yang fungsionaris KNPI Bali Putu Yuda Suparsana mengaku pihaknya menyayangkan diskusi yang mendatangkan tim kampanye capres cawapres baik nomor urut 1 dan nomor urut2, menjadi ajang untuk mencaci maki mendeskreditkan salah satu figur Capres.
"Kami menilai tidak sepantasnya, Wedakarna melontarkan pernyataan yang menjurus kampanye hitam, sangat jauh dari suasana damai kekeluargaan yang hendak dibangun dalam diskusi," kata Yuda di Denpasar, Selasa 1 Juli 2014.
Menurut Yuda, pernyataan Wedakarna yang meminta warga jangan memilih capres militer sebaliknya mendukung capres dari sipil, secara substantif cukup tendensius. Parahnya, dalam pernyataan penutup diskusi disebut-sebut berkali-kali mewakili tokoh KNPI Bali.
Pernyataan itulah yang dinilai sangat mengganggu mereka karena mendeskreditkan pemimpin berlatarbelakang militer tidak layak dipilih. Selain itu, pernyataan itu juga mereka nilai kontraproduktif dengan apa yang diperjuangkan bangsa ini untuk tidak membenturkan sipil dan militer.
"Pernyataan Wedakarna sudah mulai menyerang pribadi Prabowo sehingga disesalkan dan mestinya tidak patut disampaikan di depan publik seperti itu. Apalagi membawa-bawa nama organisasi KNP yang mestinya tidak memihak dan netral dalam Pilpres," tegasnya.
Terkait hal itu, mereka mempertanyakan sikap KNPI sebagai penyelenggara diskusi yang bertindak tidak profesional dan berimbang dengan memberikan ruang bagi para pembicara mendeskreditkan salah satu capres.
"Jika KPNI Bali tidak segera mengklarifikasi terkait penyelenggaraan diskusi tersebut, kami akan menarik anggota mereka dari kepengurusan di KNPI," ancamnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2797 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2029 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1970 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun