Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Navicula Ajak Penggemar Nobar Debat Capres
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Grunge band asal Bali, Navicula, mengajak penggemarnya nonton bareng debat capres putaran terakhir dengan tema pangan, energi, dan lingkungan pada hari Sabtu, 5 Juli 2014 pukul 21.30 WITA.
Acara yang akan diadakan di Taman Baca Kesiman, Jl. Sedap Malam no.234 Denpasar ini akan diawali dengan penampilan akustik sekaligus peluncuran video klip terbaru mereka, “Harimau! Harimau!”.
Navicula yang selalu mengedepankan isu sosial dan lingkungan dalam karya-karyanya ini tidak sedang latah menyikapi pemilihan presiden 9 Juli mendatang. Gembull, Made, Robi, dan Dankie percaya bahwa politik menjadi salah satu faktor kunci dalam penyelamatan lingkungan.
“Siapa yang menjadi eksekutif politik sangat menentukan tingkat kerusakan lingkungan di Indonesia,” kata Robi, sang vokalis.
“Soal deforestasi yang kami angkat di lagu ‘Harimau! Harimau’misalnya. Laju deforestasi di Indonesia saat ini adalah yang tertinggi di dunia. Jadi kita merasa isu ini sudah menjadi hal yang sangat urgent bagi Indonesia.
Siapapun yang dipilih jadi presiden, saya berharap untuk menempatkan isu ini dalam agenda penting, demi pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan sosial,” lanjutnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2797 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2029 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1970 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun