Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Antara WikiLeaks dan SBY, Siapa yang Bohong
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Data WikiLeaks tentang dugaan korupsi pengadaan uang RI di Australia yang menyeret sejumlah kepala negara dan mantan kepala negara, mengundang kontraversi. Kuatkah informasinya, ataukah fitnah semata? Mantan Jubir Presiden Abdurrahman Wahid, Adhie M Massardi, justru meyakini informasi WikiLeaks tidak main-main alias bisa jadi benar adanya.
"WikiLeaks yang digagas Julian Assange, tentulah bukan kategori situs penyebar hoax atau kelompok jejaring sosmed yang kerjanya menebar fitnah atas pesanan orang atau parpol tertentu," ungkap Adhie di Jakarta, Jumat (1/8/2014).
Assange, lanjut Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) itu, punya semangat besar untuk membongkar berbagai rahasia, terutama dari pemerintahan AS dan Australia serta beberapa negara Eropa yang berhubungan dengan korupsi dan pelanggaran HAM.
"Jadi apa yang diungkap WikiLeaks adalah fakta rahasia (atau yang dirahasiakan) negara tertentu demi menjaga hubungan baik," paparnya.
Nah, kalau sudah begitu, lanjutnya, akan sia-sia belaka apabila ada pihak-pihak yang 'tersengat', melakukan bantahan atas informasi yang dilansir WikiLeaks. "Apalagi bila yang membantah orang yang oleh rakyatnya sendiri dibilang pembohong," tandasnya.
Asal tahu saja, Presiden SBY telah membantah informasi WikiLeaks yang menyebut adanya andil Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri dalam dugaan korupsi pengadaan uang kertas di Australia pada 1999. Bantahan itu disampaikan SBY di kediamannya, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (31/7/2014).
"Saya berharap pemerintah Australia mengeluarkan statement yang terang agar nama baik Megawati dan saya tidak dicemarkan. Agar tidak muncul kecurigaan," kata presiden.
Kalau sudah begitu, siapa yang berbohong dong? Apalagi Kedutaan Besar Australia di Jakarta menegaskan, tidak adanya keterlibatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dalam kasus Securency yang dikabarkan melibatkan sejumlah tokoh politik di Asia Pasifik, sebagaimana diberitakan Wikileaks.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5883 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2584 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2230 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan