Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Karangasem Dilirik Jadi Lokasi Bali Coast Trail, Target 2.000 Pelari Lintas Negara
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Kabupaten Karangasem, Bali, dilirik sebagai lokasi penyelenggaraan ajang lari lintas alam berskala internasional melalui Bali Coast Trail 2026.
Kompetisi yang digelar pada 12–13 Desember 2026 ini menargetkan 2.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, dengan kawasan Candidasa, Kecamatan Manggis, sebagai titik start dan finish.
Hingga informasi terakhir, sebanyak 1.630 pelari telah mendaftarkan diri. Kehadiran ribuan peserta diharapkan dapat mendorong promosi pariwisata Karangasem sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi, khususnya di sektor perhotelan, restoran, dan usaha pendukung pariwisata.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karangasem, Putu Eddy Surya Artha, mengatakan panitia dari komunitas Bali Trail Running (BTR) telah melakukan audiensi dengan Bupati Karangasem untuk meminta dukungan pemerintah daerah.
Persiapan kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 10–11 Desember 2026, sedangkan perlombaan digelar selama dua hari, yakni 12–13 Desember 2026.
Bali Coast Trail 2026 menyediakan empat kategori jarak, yaitu 7 kilometer (km), 15 km, 30 km, dan 50 km. Rute perlombaan dirancang melintasi wilayah Kecamatan Manggis dan Bebandem dengan karakter lintasan yang memadukan kawasan pesisir, perbukitan, perkebunan, serta jalan di sekitar permukiman warga.
"Rencananya, rute perlombaan dirancang melintasi Kecamatan Manggis dan Bebandem, dengan karakter jalur yang memadukan kawasan pesisir, perbukitan, perkebunan, hingga jalan di sekitar permukiman warga," ujarnya.
Penyelenggaraan Bali Coast Trail di Karangasem menjadi langkah ekspansi BTR setelah komunitas tersebut selama tujuh tahun berturut-turut menggelar kegiatan lari lintas alam di kawasan Kintamani, Kabupaten Bangli.
Karangasem kini mendapat kesempatan memperkenalkan karakter alam yang berbeda kepada peserta dari berbagai negara. Perpaduan bentang pesisir dan perbukitan menjadi daya tarik tersendiri untuk memperluas promosi destinasi wisata di wilayah timur Bali.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem, I Wayan Kariyasa, menilai kegiatan tersebut berpotensi meningkatkan promosi pariwisata sekaligus mendorong tingkat hunian hotel, terutama di kawasan Candidasa.
“Kami dari PHRI sangat mendukung semaksimal mungkin untuk meningkatkan promosi destinasi wisata di Candidasa dan meningkatkan tingkat hunian,” kata Kariyasa.
Menurutnya, kolaborasi antara BTR dan Pemerintah Kabupaten Karangasem menjadi peluang untuk menghubungkan kegiatan olahraga dengan pengembangan pariwisata daerah. Dampaknya diharapkan tidak hanya dirasakan selama perlombaan, tetapi juga oleh pelaku usaha akomodasi, restoran, dan sektor pendukung lainnya.
PHRI mencatat perkembangan positif pemesanan kamar hotel untuk periode 11–13 Desember 2026, terutama di sekitar lokasi kegiatan. Kariyasa berharap peningkatan pemesanan tersebut juga meluas ke hotel dan akomodasi lain di kawasan Candidasa dan sekitarnya.
Untuk mendukung kebutuhan peserta, sejumlah hotel dan restoran telah bekerja sama dengan panitia dengan menawarkan harga khusus bagi peserta yang melakukan pemesanan melalui jalur tersebut. Adapun pemesanan langsung melalui platform daring maupun pihak hotel tetap mengikuti tarif masing-masing properti.
Kesiapan Infrastruktur dan Keselamatan Jadi Perhatian
Di balik peluang mendatangkan ribuan pelari, kesiapan infrastruktur, keamanan, dan kenyamanan di sepanjang lintasan menjadi perhatian. Kariyasa menyoroti kondisi sejumlah trotoar yang berlubang atau rusak, terlebih beberapa kategori lomba dijadwalkan mulai pada dini hari ketika jarak pandang peserta masih terbatas.
“Dari segi kenyamanan, ada beberapa trotoar yang jebol atau berlubang. Ini perlu mendapat perhatian. Kalau bisa, sebelum kegiatan sudah rampung sehingga tidak menyebabkan peserta terjatuh atau mengalami kecelakaan,” tegasnya.
Pengawasan terhadap anjing di sepanjang rute juga perlu diperhatikan. Lintasan yang melewati permukiman dan perkebunan membutuhkan langkah antisipasi untuk mencegah gangguan terhadap pelari, termasuk risiko gigitan anjing di tengah persoalan rabies.
Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat di desa-desa yang dilintasi peserta dinilai penting. Warga perlu mengetahui jadwal, jalur, dan waktu pelaksanaan lomba agar dapat menyesuaikan aktivitas, terutama saat pelari melintas pada dini hari.
Salah satu kategori dengan tantangan lebih besar adalah jarak 50 km yang dijadwalkan mulai pukul 04.00 WITA pada 12 Desember 2026. Peserta akan melintasi kawasan Bukit Cemara sebelum kembali melewati sejumlah jalan di sekitar permukiman.
Kesiapan jalur evakuasi, pengamanan, dan pelayanan kesehatan pun perlu dipastikan sejak awal untuk meminimalkan risiko selama perlombaan.
Dalam arahannya, Bupati Karangasem meminta panitia memperkuat koordinasi lintas sektor, terutama dengan kepolisian dan pecalang, guna menjaga keamanan peserta maupun masyarakat. Pemeriksaan atau skrining kesehatan peserta juga menjadi perhatian untuk mengurangi risiko selama kegiatan berlangsung.
Setelah audiensi, panitia dijadwalkan melanjutkan persiapan melalui sosialisasi kepada desa dinas dan desa adat di Kecamatan Manggis dan Bebandem.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan