Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Majukan Konten Bali, STMIK Primakara Kerjasama dengan Klik Indonesia
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Untuk memajukan konten dan produk IT lokal Bali, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Primakara dan Klik Indonesia, hari ini, Sabtu (27/9/2014) menandatangani perjanjian kerjasama di bidang pengembangan konten IT lokal Bali. Penandatanganan kerjasama ini dilakukan oleh Ketua STMIK Primakara I Putu Agus Swastika dan James Tomasouw dari Klik Indonesia.
"STMIK Primakara sangat bangga dan berbahagia dapat menjalin kerjasama dengan Klik Indonesia dalam pengembangan technopreneur mahasiswa dan pelaku pengembang aplikasi dan konten di Bali. Semoga kerjasama ini dapat menjembatani para developer dan creator produk lokal Indonesia untuk maju dan berkembang bersama dengan memajukan konten atau produk lokal," ujar Agus Swastika.
Agus Swastika menambahkan, lewat kerjasama ini, diharapkan akan terwujud kemampuan teknologi dan informasi komunikasi (TIK) bangsa yang mandiri dan tidak bergantung pada produk digital asing.
STMIK Primakara, kata Agus, mempunyai visi untuk mencetak lulusan lulusan yang akan menjadi wirausaha berbasis IT atau technopreneur. Untuk mewujudkan hal tersebut, STMIK Primakara bekerjasama dengan berbagai komunitas IT di Bali seperti komunitas start up Bali (Subali), komunitas pengembang game (GameDev Bali), dan berbagai komunitas IT lainnya.
"Fase krisis bagi seorang wirausaha adalah pada saat periode awal, oleh karena itu Primakara membentuk inkubator bisnis untuk tempat belajar bisnis mahasiswa. Kita harap bisa mencetak technopreneur handal,"ujarnya.
Sementara James Tomasouw dari Klik Indonesia menjelaskan, Klik merupakan singkatan dari Kekuatan Lokal Internet Konten. Klik Indonesia dibentuk untuk memajukan konten dan produk IT lokal Indonesia agar tidak kalah dengan buatan negara asing.
"Saat ini, 99 persen ekonomi internet di Indonesia dikuasai asing, semuanya, mulai games, web, mobile application, aneka produk IT. Angkanya itu lebih dari Rp 70 triliun per tahun, itu angka tahun 2012. Saat ini mungkin sudah lebih,"jelasnya.
Keuntungan sebesar itu, jelas James, didapat dari berbagai hal, mulai dari ongkos berinternet, iklan, e commerce, dan hal lainnya yang tidak disadari pengguna internet.
"Jika ditambah film kartun yang di tv, operator internet yang hampir semuanya asing, nilainya lebih besar lagi, jadi yang menikmati ekonomi internet Indonesia itu asing, hanya 0,01 persen yang dinikmati orang Indonesia. Salah satu contohnya aplikasi whatsup, yang bisa meraup sekitar 25 juta dollar per tahun di Indonesia,"ujarnya.
Oleh sebab itu, James dan beberapa rekan kemudian menggagas organisasi Klik Indonesia, yang bertujuan mengangkat dunia IT Indonesia, terutama produk dan kontennya.
"Saat ini kita belum memiliki kedaulatan IT. Semuanya masih didominasi asing. Namun setelah berdirinya Klik Indonesia, kini sudah ada ada konten asli Indonesia yang berhasil, Klik Indonesia sudah berhasil menemukan konten lokal yang bagus,"ujarnya.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3871 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1989 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1858 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1758 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1533 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun