Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Irigasi di WBD Jatiluwih Tabanan Jebol
BERITABALI.COM, TABANAN.
Meski telah menyandang status kawasan Warisan Budaya Dunia (WBD), Jatiluwih ternyata belum maksimal mendapatkan perhatian pemerintah terutama di bidang infrastruktur pertanian.
Sekitar 40 meter saluran irigasi di kawasan yang memiliki pemandangan sawah teras siring tersebut jebol. Jebolnya saluran irigasi yang sudah berlangsung dua bulan lalu itu, mengacam hektaran sawah di Subak Jatiluwih Tempek Gunung Sari tidak bisa ditanami. Beruntung, saat ini berlangsung musim hujan sehingga kebutuhan air bisa ditanggulangi. Jebolnya saluran irigasi di kawasan Jatiluwih diungkapkan I Wayan Semarajaya, pengurus salah satu pengurus subak Jatiluwih, Rabu (11/2/2015) .
Kondisi jebolnya saluran irigasi di tempek Gunung Sari, Subak Jatiluwih tersebut berada di beberapa titik. “Kalau ditotal jebolnya sekitar 40 meter, “terang Semarajaya. Kondisi jebolnya irigasi tersebut sudah dilaporkannya kepada pihak berwenang, namun belum ada tindaklanjutnya.
“Petugas konservasi Sumber Air Propinsi, sudah turun ke lapangan. Rencananya April atau Mei diperbaiki. Petugas dari dinas pertanian di Tabanan juga sudah turun," ujarnya.
Sambil menunggu bantuan perbaikan dari pihak terkait, masyarakat subak telah bergotong royong menutup saluran irigasi yang bocor, dengan cara masang karung yang diisi tanah. Kondisi tersebut hanya bisa bertahan beberapa waktu dan sifatnya sementara.
Akibat bocornya saluran irigasi tersebut beberapa lahan milik petani kekurangan air . Petani setempat tidak maksimal dalam mengolah lahan yang dimilikinya. “Lahan 15 are, tidak bisa semua ditanami karena keterbatasan air akibat kebocoran irigasi,” terangnya.
Dikatakan, tempek Gunung Sari memiliki luas sekitar 37 hektar dengan 70 anggota. Yang sebagian besar petani sawah di subak
basah.
Kepala Dinas Pertanian, Hortikultura dan Tanaman Pangan, Nyoman Budana mengakan infrastrukur pertanian di kawasan Jatiluwih menjadi prioritas perbaikan. Apalagi untuk tahun ini Pemkab Tabanan mendapatkan batuan dana dari pusat (DAK) Dana Alokasi Khusus untuk perbaikan irigasi.
“Besaran dana DAK 4,7 milyar. Dana ini nantinya akan digunakan untuk perbaikan irigasi termasuk di irigasi yang ada di kawasan WBD Jatiluwih," ujarnya.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1981 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun