Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Irigasi di WBD Jatiluwih Tabanan Jebol

Kamis, 12 Februari 2015, 08:12 WITA Follow
Beritabali.com

beritabalicom/donny

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Meski telah menyandang status kawasan Warisan Budaya Dunia (WBD), Jatiluwih ternyata belum maksimal mendapatkan perhatian pemerintah terutama di bidang infrastruktur pertanian.

Sekitar 40 meter saluran irigasi di kawasan yang memiliki pemandangan  sawah teras siring tersebut jebol. Jebolnya saluran irigasi yang sudah berlangsung dua bulan lalu itu, mengacam hektaran sawah di Subak Jatiluwih Tempek Gunung Sari tidak bisa ditanami. Beruntung, saat ini berlangsung musim hujan sehingga kebutuhan air bisa ditanggulangi. Jebolnya saluran irigasi di kawasan Jatiluwih diungkapkan I Wayan Semarajaya, pengurus salah satu pengurus subak Jatiluwih, Rabu (11/2/2015) .

Kondisi jebolnya saluran irigasi di tempek Gunung Sari, Subak Jatiluwih tersebut berada di beberapa titik. “Kalau ditotal jebolnya sekitar 40 meter, “terang Semarajaya.   Kondisi jebolnya irigasi tersebut sudah dilaporkannya kepada pihak berwenang, namun belum ada tindaklanjutnya.

“Petugas konservasi Sumber Air Propinsi, sudah turun ke lapangan. Rencananya April atau Mei diperbaiki. Petugas dari dinas pertanian di Tabanan juga sudah turun," ujarnya.

Sambil menunggu bantuan perbaikan dari pihak terkait, masyarakat subak telah bergotong royong menutup saluran irigasi yang bocor, dengan cara masang karung yang diisi tanah. Kondisi tersebut hanya bisa bertahan beberapa waktu dan sifatnya sementara.

Akibat bocornya saluran irigasi  tersebut beberapa lahan milik petani kekurangan air . Petani setempat tidak maksimal dalam mengolah lahan yang dimilikinya.  “Lahan  15 are, tidak bisa semua ditanami karena keterbatasan air akibat kebocoran irigasi,” terangnya.

Dikatakan, tempek Gunung Sari memiliki luas sekitar 37 hektar dengan 70 anggota. Yang sebagian besar petani sawah di subak
basah.

Kepala Dinas Pertanian, Hortikultura dan Tanaman Pangan, Nyoman Budana mengakan infrastrukur pertanian di kawasan Jatiluwih  menjadi prioritas perbaikan. Apalagi untuk tahun ini Pemkab Tabanan mendapatkan batuan dana dari pusat (DAK) Dana Alokasi Khusus untuk perbaikan irigasi. 

“Besaran dana DAK  4,7 milyar. Dana ini nantinya akan digunakan untuk perbaikan irigasi termasuk di irigasi yang ada di kawasan WBD Jatiluwih," ujarnya.

 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/nod



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami