Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Irigasi di WBD Jatiluwih Tabanan Jebol
BERITABALI.COM, TABANAN.
Meski telah menyandang status kawasan Warisan Budaya Dunia (WBD), Jatiluwih ternyata belum maksimal mendapatkan perhatian pemerintah terutama di bidang infrastruktur pertanian.
Sekitar 40 meter saluran irigasi di kawasan yang memiliki pemandangan sawah teras siring tersebut jebol. Jebolnya saluran irigasi yang sudah berlangsung dua bulan lalu itu, mengacam hektaran sawah di Subak Jatiluwih Tempek Gunung Sari tidak bisa ditanami. Beruntung, saat ini berlangsung musim hujan sehingga kebutuhan air bisa ditanggulangi. Jebolnya saluran irigasi di kawasan Jatiluwih diungkapkan I Wayan Semarajaya, pengurus salah satu pengurus subak Jatiluwih, Rabu (11/2/2015) .
Kondisi jebolnya saluran irigasi di tempek Gunung Sari, Subak Jatiluwih tersebut berada di beberapa titik. “Kalau ditotal jebolnya sekitar 40 meter, “terang Semarajaya. Kondisi jebolnya irigasi tersebut sudah dilaporkannya kepada pihak berwenang, namun belum ada tindaklanjutnya.
“Petugas konservasi Sumber Air Propinsi, sudah turun ke lapangan. Rencananya April atau Mei diperbaiki. Petugas dari dinas pertanian di Tabanan juga sudah turun," ujarnya.
Sambil menunggu bantuan perbaikan dari pihak terkait, masyarakat subak telah bergotong royong menutup saluran irigasi yang bocor, dengan cara masang karung yang diisi tanah. Kondisi tersebut hanya bisa bertahan beberapa waktu dan sifatnya sementara.
Akibat bocornya saluran irigasi tersebut beberapa lahan milik petani kekurangan air . Petani setempat tidak maksimal dalam mengolah lahan yang dimilikinya. “Lahan 15 are, tidak bisa semua ditanami karena keterbatasan air akibat kebocoran irigasi,” terangnya.
Dikatakan, tempek Gunung Sari memiliki luas sekitar 37 hektar dengan 70 anggota. Yang sebagian besar petani sawah di subak
basah.
Kepala Dinas Pertanian, Hortikultura dan Tanaman Pangan, Nyoman Budana mengakan infrastrukur pertanian di kawasan Jatiluwih menjadi prioritas perbaikan. Apalagi untuk tahun ini Pemkab Tabanan mendapatkan batuan dana dari pusat (DAK) Dana Alokasi Khusus untuk perbaikan irigasi.
“Besaran dana DAK 4,7 milyar. Dana ini nantinya akan digunakan untuk perbaikan irigasi termasuk di irigasi yang ada di kawasan WBD Jatiluwih," ujarnya.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5937 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4653 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2622 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2279 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan