Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Umur 64, Pembuluh Darah Seperti Umur 27 Tahun
Sudirta-Sumiati Cek Kesehatan di RS Karangasem
Sabtu, 1 Agustus 2015,
09:35 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Wayan Sudirta dan Made Sumiati, Kamis (30/7/2015) menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Karangasem, untuk memenuhi persyaratan pencalonan bupati-wakil bupati Karangasem di KPU Karangasem. Yang cukup ''istimewa'', Wayan Sudirta yang usianya sudah 64 tahun, ternyata kondisi pembuluh darahnya bersih seperti masih berusia 27 tahun. Made Sumiati juga dinyatakan sangat baik kondisi kesehatannya.
Pasangan itu diterima Direktur RSUD Karangasem,dokter I Wayan Suardana. Pemeriksaan kesehatan ini melibatkan 11 dokter, beberapa diantaranya merupakan dokter spesialis dan berlangsung dari pukul 07.15 sampai 15.00 wita. Sudirta-Sumiati hadir didampingi Ketua Tim Pemenangan Wayan Sutena, Sekretaris Wayan Sumatera, Kahumas Wayan Suara Arsana, serta beberapa relawan. Kondisi dan kesehatan pembuluh darah senator Bali 2004-2014 tersebut yang disebut seperti masih usia 27 tahun, cukup menimbulkan keheranan serta rasa kagum.
''Kami cukup heran sekaligus kagum, selama mengikuti Pak Sudirta melakukan rangkaian simakrama dan menyerahkan sembako dalam 2 bulan ini, beliau punya stamina luar biasa. Sehari acaranya bisa di lima sampai 6 tempat, dan beliau langsung menyerahkan 2000-an sembako dari tangannya sendiri. Selain itu, beliau selalu memberikan paparan program dan apa yang telah dikerjakan bersama KORdEM selama 15 tahun sebelumnya. Itu stamina yang luar biasa untuk usia beliau,'' ujar Wayan Suara Arsana, Ketua PAC PDIP Kecamatan Selat, yang mendampingi pemeriksaan kesehatan tersebut.
Komang Ganda Gunawan, SH dan Kadek Ananta Husada, SH, dua relawan muda yang selalu mendampingi Sudirta melakukan simakrama, mengatakan,''Setelah mengikuti cara beliau menjalani kegiatan sehari-hari, kami tidak heran mengapa stamina beliau sangat bagus. Tiga kali seminggu, beliau menyempatkan joging di lapangan Puputan Renon, antara 5 sampai 10 kali putaran. Soal makanan, beliau lebih banyak mengkonsumsi sayur, buah dan ikan, dan sangat jarang makan nasi. Rupanya, sudah bertahun-tahun beliau tidak mengkonsumsi nasi,'' ujar Ganda dan Ananta.
Putu Wirata Dwikora, salah seorang Relawan yang belasan tahun mendampingi Sudirta masimakrama ke pelosok desa di Bali sewaktu masih duduk sebagai Anggota DPD RI menyatakan,''Pak Wayan sangat disiplin soal kesehatan. Beliau disiplin dan yakin, kesehatan ditentukan oleh pola pikir, pola gerak dan pola makan. Pikiran harus lurus dan sesuai dengan ajaran dharma, tubuh perlu bergerak dengan olahraga, dan makanan menghindari yang berlemak, berkalori dan berkolesterol. Kalau pikiran kusut, yang dikonsumsi berlemak dan berkolesterol, apalagi tidak pernah olahraga, itu dekat dengan diabetes, struk, asam urat,'' katanya.
Usia memang kadang bisa dijadikan ''senjata politik'' untuk mendegradasi kandidat. Namun, yang tidak kalah penting adalah kesehatan. Bisa saja orang yang masih muda, tetapi kalau ia tidak disiplin dalam tiga hal itu, tidak sehat pikiran, tidak sehat asupan nutrisinya dan tidak sehat olah gerak tubuhya, ia akan berpenyakit dan tidak produktif. Sebaliknya, tidak sedikit politisi yang usianya diatas 60 bahkan 70-an tahun, tetap sehat dan produktif. Diantaranya politisi seperti Jusuf Kalla yang jadi Wapres, atau advokat senior Adnan Buyung Nasution, SH,dan lain-lain.[bbn/rls/*]
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4641 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026