Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Gagal Ginjal, Ibu Ini Titipkan Anaknya di Tetangga

Minggu, 6 Desember 2015, 19:05 WITA Follow
Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Beritabali.com, Tabanan. Ni Nengah Gunarti (39) tergolek lemah di tempat tidur Sal Dahlia  Garing, BRSUD Tabanan.  Janda anak dua asal Banjar Piling Tengah, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel  divonis dokter menderita gagal ginjal.
 
Gunarti yang hidup dari bekerja serabutan pasca suaminya meninggal, kini kesulitan biaya berobat. Penghasilannya sebagai tukang cuci dan setrika pakaian tetangganya, hanya mampu menghidupi anak keduanya Made Indra Prasetya Januarta (10) kelas 5 SD 2 Mengesta. Sedangkan akan pertamanya Putu Resta yang duduk di I SMA dititip di sebuah yayasan di Desa Tangeb, Badung.
 
Sejak ia diopname di RSUD Tabanan, anak keduanya terpaksa dititip di rumah tetangga. Karena tidak ada siapa  lagi di rumahnya. Sedangkan kakak kandungnya I Wayan Suadnyana tinggal di Jakarta.
 
Sedangkan selama opname di rumah sakit, Gunarti ditunggu oleh tetangganya Ni Made Putiasih (53). Menurut  penuturan Putiasih, Gunarti  masuk rumah sakit sejak Jumat (4/12) dengan keluhan sakit di perut dan sesak. Kerabat dekatnya kemudian membawa langsung kle BRSU Tabanan. setelah diperiksa, diketahui kalau Gunarti mengalami  gangguan ginjal selain sesak nafas. “Kata dokter ada gangguan ginjal, kemarin (Sabtu (5/12) sudah cuci darah,” kata Made Putiasih , Minggu (6/12).
 
Dikatakan pula, sejak  lama Gunarti mengalami sesak dan sering berobat ke rumah sakit namun tidak kunjung sembuh.   Gunarti memang  sempat mengalami sesak sejak lima bulan terakhir. Dia juga secara rutin berobat, namun  kondisinya masih sama. Yang membuatnya kawatir, Gunarti tidak bisa tidur akibat batuk yang terus terjadi.  “Dari semalam batuk terus, gak bisa tidur,” ucapnya.
 
 
Putiasih  yang juga tetangga Gunarti kemudian bercerita , kalau Gunarti hidup bersama anak keduanya  Made Indra Prasetya Januarta (10) kelas 5 SD 2 Mengesta.  Anak pertamanya Putu Resta kini kelas I SMA dititip di sebuah yayasan di Desa Tangeb, Badung. Kakak kandung Guniarti,  I Wayan Suadnyana kini tinggal di jakarta. Sementara kedua orang tuanya meninggal sejak lama.
 
Gunarti sendiri sejak  sekitar sembilan tahun lalu berjuang sendiri menghidupi dua anaknya tersebut. Pasalnya suaminya almarhum I Nyoman Warsana meninggal ketika anak keduanya baru berusia setahun.  Sejak saat itu Gunarti bekerja serabutan menjadi tukang cuci, tukang seterika  pakaian para tetangganya. Sesekali dia juga jadi buruh tukang potong ayam dengan penghasilan sangat terbatas. Karena penghasilan yang sangat terbatas tersebut, anaka pertama terpaksa dititipkan di Yayasan di Tangeb, Badung . “Dia hanya sama anak keduanya di rumah,” imbuhnya.
 
Kondiis Gunarti memang memperihatinkan. Beruntung dia masuk  dalam Rumah tangga sasaran (RT) pemerima manfaat sehingga mendapatkan jamkesmas dan raskin secara rutin. Selain itu dia juga mendapatkan program bedah rumah dari provinsi tahun 2014 lalu. Namun kini dia sakit dan harus menjalani rawat inap di BRSU Tabanan akibat gangguan di ginjal.
 
Para tetangga  kini hanya bisa berharap ada yang bisa membantu agar pengobatan Gunarti bisa berlanjut sampai  sembuh.  Beruntung dia masuk Jamkesmas, sehingga perawatan ditanggung negara. Namun  kekawatiran ketika ada obat yang diperlukan di luar tanggungan  Jamkesmas.
 
Kepala Dusun Piling Tengah I Wayan Putera Sedana mengakui kalau Guanrti masuk keluarga Pra KS.  Terkait penyakitnya, awalnya didiagnose getah bening, kemudian gangguan paru. “Terakhir dari cek lab tiga hari lalu ternyata gagal ginjal stadium lima atau stadium akhir. Kondisinya memang memprihatinkan,” katanya. Pihaknya selaku Kepala dusun sudah membantu dan masuk dalam keluarag Pra KS telah mendapatkan bedah rumah dan Raskin. [bbn/nod]  
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/eng



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami