Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Saya Begini Untuk Bertahan Hidup, Bukan Untuk Gaya atau Pamer
Kamis, 21 Januari 2016,
22:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Belakangan, nama I Wayan Sumerdana (31), sering muncul di media massa baik cetak, online, maupun TV. Tak hanya media lokal Bali, media nasional hingga asing juga mengulasnya. Pria yang memakai alat bantu mekanis pada tangan kirinya yang terserang stroke, kini dijuluki Iron Man Bali. Tapi Wayan kurang suka dengan julukan itu. Apa sebabnya?
Kamis (21/1/2016), beritabali.com berkesempatan datang langsung ke bengkel kerja Wayan, di Banjar Tauman, Desa Nyuhtebel, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem di Bali. Saat ditemui, Wayan yang biasa dipanggil Tawan, tengah mengerjakan pekerjaan las salah satu pelanggannya.
Dengan bantuan alat mekanis sederhana yang belakangan oleh media sering disebut tangan robot, Wayan melakukan pekerjaan mengelas dengan teliti.
Di sela-sela melakukan pekerjaan, Wayan menuturkan, ia mulai memakai alat bantu pada tangan kirinya sekitar empat bulan lalu. Sekitar enam bulan lalu, dokter memvonisnya terkena stroke ringan sehingga tangan kirinya lumpuh total.
Dengan kondisi lumpuh sebelah, Tawan sempat merasa depresi berat, apalagi dia berasal dari keluarga yang tidak mampu. Istrinya tidak bekerja, sedangkan anaknya masih kecil-kecil.
"Sebelum memakai alat bantu ini, tangan kiri saya kena stroke, tidak bisa digerakkan. Saya sempat putus asa karena tidak bisa dipakai bekerja. Tidak bekerja saya makan apa, karena orang tua saya juga sakit sakitan, tidak mungkin minta beras sama orang tua," ujar ayah tiga orang anak yang masih kecil dan suami dari Ni Nengah Sudartini ini.
Saat dalam kondisi sakit, Wayan berpikir keras agar bisa tetap bekerja. Ada 3 anak kecil dan seorang istri yang harus dinafkahi.
Berbekal pengetahuannya tentang elektronik, karena merupakan lulusan Sekolah Teknik Mesin (STM) Rekayasa, Denpasar, Tawan mulai mencari informasi dari internet untuk merancang alat sejenis robot yang bisa membantu menggerakkan tangan kirinya.
Alat bantu mekanis dibuat dari barang rongsokan yang ada di bengkel las nya, mulai komponen dari sepeda motor, hingga komponen perangkat elektronik komputer rongsokan. Rakitan tangan robot ini dicoba hingga lima kali percobaan. Terakhir yang dipakainya adalah robot jenis EEG.
"Alat ini belum sempurna, tetapi sudah lumayan membantu saya. Tanpa alat ini, saya sama sekali tidak bisa bekerja menggunakan tangan kiri. Namun dengan bantuan alat ini, mengangkat beban berat juga bisa. Tapi saya masih sering pusing dan mual saat menggunakannya, karena ada sensor yang diikatkan di bagian kepala," tambahnya.
Semua alat yang digunakan untuk membuat alat bantu berasal dari barang rongsokan semasa dia menjadi pemulung. Hanya alat di kepala yang dibelinya dalam kondisi baru. Satu unit CPU komputer dipasang di bagian belakang tubuhnya sebagai penggerak dari sensor di kepala.
"Alat ini saya buat selama dua bulan, dua minggu sejak saya dinyatakan lumpuh. Setidaknya dengan bantuan alat ini saya bisa bekerja lagi menafkahi keluarga saya,"ujarnya.
Kini I Wayan Sumerdana menjadi terkenal. Bengkel kerjanya sering dikunjungi dan diliput wartawan dari berbagai media baik media lokal Bali, Nasional, hingga media asing. Ia pun dijuluki "Iron Man Bali". Terkait julukan itu, ia mengaku kurang nyaman.
"Alat yang saya buat ini sangat sederhana, tidak ada apa apanya, dibuat dari bekas rongsokan, masih perlu banyak penyempurnaan. Apa yang saya lakukan ini hanya untuk bertahan hidup saya dan keluarga saya. Sama sekali tidak ada niat untuk pamer, gaya, cari perhatian di media, atau motivasi bisnis,"ujarnya.
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2268 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026