Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 27 April 2026
Coral Bleaching Meluas, Rusak Terumbu Karang di Bali
Rabu, 23 Maret 2016,
12:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Fenomena Coral Bleaching (pemutihan karang) kembali terjadi pada sejumlah kawasan terumbu karang di Bali. Fenomena Coral Bleaching ini dikhawatirkan akan semakin meluas seiring dengan peningkatan suhu air laut.
Apalagi terdapat peringatan dari satelit NOAA bahwa sedang terjadi peningkatan suhu air laut di wilayah Indonesia termasuk Bali.
Berdasarkan pengalaman, jika terjadi kenaikan suhu air laut, maka akan terjadi pemutihan (bleaching) terhadap terumbu karang. “Dan jika hal ini berlangsung cukup lama, maka dapat menyebabkan kematian kepada terumbu karang yang ada di Bali” ungkap Learning Site Manager CTC Bali Marthen Welly dalam keteranganya di Denpasar, Selasa (22/3/2016).
Marthen menyampaikan berdasarkan pemantauan CTC di 4 tempat yaitu di Nusa Penida, Sanur, Nusa Dua dan Serangan, terjadi bleaching event dengan kisaran rata-rata sekitar 10-15%. Secara umum jika suhu air laut mencapai 30 derajat celcius maka karang akan mulai mengalami pemutihan. Hingga saat ini pemutihan karang yang paling parah terjadi di wilayah Bali selatan. Hal ini bisa terjadi karena kenaikan suhu air laut paling besar terjadi di wilayah Bali selatan.
Marthen mengungkapkan secara umum jenis karang yang mengalami pemutihan yaitu Porites (massive dan branching), Montipora ( encrusting) dan beberapa jenis lainnya. Dimana secara rata-rata karang yang mengalami pemutihan berada pada kedalaman 4-6 meter.
Marthen menduga kejadian coral bleaching ini juga terjadi di tempat lain di pulau Bali, bahkan Indonesia. Untuk itu diperlukan partisipasi para penyelam, peneliti dan stakeholder lainnya untuk melaporkan kepada BPSPL Denpasar atau Dinas Kelautan dan Perikanan setempat jika dijumpai kejadian pemutihan karang secara masal.
”Data yang dikumpulkan akan sangat penting untuk melihat sebaran kejadian pemutihan karang dan mengetahui tingkat ketangguhan terumbu karang (resilience) di wilayah tersebut agar dapat dikelola dengan lebih baik untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku wisata bahari” papar Mathen Welly.
Berita Premium
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3742 Kali
02
03
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1677 Kali
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026