Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Coral Bleaching Meluas, Rusak Terumbu Karang di Bali
Rabu, 23 Maret 2016,
12:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Fenomena Coral Bleaching (pemutihan karang) kembali terjadi pada sejumlah kawasan terumbu karang di Bali. Fenomena Coral Bleaching ini dikhawatirkan akan semakin meluas seiring dengan peningkatan suhu air laut.
Apalagi terdapat peringatan dari satelit NOAA bahwa sedang terjadi peningkatan suhu air laut di wilayah Indonesia termasuk Bali.
Berdasarkan pengalaman, jika terjadi kenaikan suhu air laut, maka akan terjadi pemutihan (bleaching) terhadap terumbu karang. “Dan jika hal ini berlangsung cukup lama, maka dapat menyebabkan kematian kepada terumbu karang yang ada di Bali” ungkap Learning Site Manager CTC Bali Marthen Welly dalam keteranganya di Denpasar, Selasa (22/3/2016).
Marthen menyampaikan berdasarkan pemantauan CTC di 4 tempat yaitu di Nusa Penida, Sanur, Nusa Dua dan Serangan, terjadi bleaching event dengan kisaran rata-rata sekitar 10-15%. Secara umum jika suhu air laut mencapai 30 derajat celcius maka karang akan mulai mengalami pemutihan. Hingga saat ini pemutihan karang yang paling parah terjadi di wilayah Bali selatan. Hal ini bisa terjadi karena kenaikan suhu air laut paling besar terjadi di wilayah Bali selatan.
Marthen mengungkapkan secara umum jenis karang yang mengalami pemutihan yaitu Porites (massive dan branching), Montipora ( encrusting) dan beberapa jenis lainnya. Dimana secara rata-rata karang yang mengalami pemutihan berada pada kedalaman 4-6 meter.
Marthen menduga kejadian coral bleaching ini juga terjadi di tempat lain di pulau Bali, bahkan Indonesia. Untuk itu diperlukan partisipasi para penyelam, peneliti dan stakeholder lainnya untuk melaporkan kepada BPSPL Denpasar atau Dinas Kelautan dan Perikanan setempat jika dijumpai kejadian pemutihan karang secara masal.
”Data yang dikumpulkan akan sangat penting untuk melihat sebaran kejadian pemutihan karang dan mengetahui tingkat ketangguhan terumbu karang (resilience) di wilayah tersebut agar dapat dikelola dengan lebih baik untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku wisata bahari” papar Mathen Welly.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026