Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pemkab Tabanan Diminta Tutup Lokasi Esek-Esek TPI Pesiapan

Senin, 11 April 2016, 20:05 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/file

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Terminal Pesiapan Indah (TPI), di Tabanan, selama ini dikenal dengan bisnis  prostitusinya.  Tabanan harus bisa mencontoh langkah Gubernur DKI   Jakarta Basuki Tjahaja  Purnama (Ahok)  dan Walikota Surabaya  Tri Rismaharini yang sukses menertibkan pusat esek esek kalijodo (DKI Jakarta ) dan  (Dolly) Surabaya.
 
“Tabanan mestinya bisa mencontoh langkah Bapak Ahok dan Ibu Risma yang mampu menertibkan bisnis esek-esek dengan keseriusan dan kemauan,” ungkap  anggota Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana, S.Pd.
 
Wastana mengatakan, ia melihat kenyataan pahit yang terjadi di masyarakat yakni banyaknya kini kasus HIV yang merebak di Tabanan. Termasuk pula inveksi HIV yang terjadi dikalangan remaja dan perempuan atau ibu-ibu. Dalam resesnya di bulan Maret 2016 lalu ia juga mendapat aspirasi dari kalangan pemuda bahwa bisnis esek-esek yang terjadi di Terminal Pesiapan selayaknya ditutup.
 
Politikus PDIP ini juga mengatakan kontribusi Terminal Pesiapan terhadap merebaknya kasus HIV di Tabanan ini terjadi karena ia melihat adanya kesan pembiaran. Kesan pembiaran ini terlihat dari lemahnya sistem pengawasan terhadap keberadaan dari terminal tersebut. Bahkan iapun menuding bahwa masih adanya bisnis esek-esek di Terminal Pesiapan ini dikarenakan adanya oknum-oknum yang membekinginya.
 
Mantan Perbekel Desa Dauh Peken Tabanan ini menambahkan, ketika dirinya dulu duduk sebagai perbekel, upaya penutupan bisnis esek-esek ini pernah dilakukan disekitar tahun 2010 silam. Namun tidak lama kemudian bisnis tersebut kembali bergeliat. Dalam kenyataannya, bisnis esek-esek ini ternyata lebih banyak merugikan masyarakat dibandingkan dampak keuntungan yang didatangkannya.
 
“Saya melihat tidak ada keuntungan apapun yang didatangkan dari bisnis esek-esek yang terjadi di Terminal Pesiapan. Sehingga sekali lagi saya tegaskan “habisi” saja bisnis esek-esek yang terjadi di terminal tersebut”, tegasnya.
 
Lebih jauh lagi Wastana mengatakan bahwa dalam upaya meminimalisir kasus HIV di Tabanan, sasaran tembaknya tidak hanya pada Terminal Pesiapan. Baginya, ada tempat-tempat lain yang juga sangat berpeluang dalam menyebarkan virus HIV. Tempat lain yang dimaksudkannya adalah kafe remang-remang dan beberapa panti pijat yang kini berdiri di Tabanan.
 
“Keberadaan kafe remang-remang dan beberapa panti pijat berpotensi dalam menyebarkan virus HIV. Ini harus segera diantisipasi dengan cara meninjau proses perijinannya dan menutup bisnis tersebut apabila memang terbukti didalamnya terjadi bisnis esek-esek”, sebutnya.
 
 
Wastana berharap sekaligus memberikan sebuah solusi. Yakni setelah nantinya bisnis esek-esek di Terminal Pesiapan ditutup, harus dilanjutkan dengan penataan ulang. Terutama untuk menghilangkan kesan kumuhnya. Setidaknya, selain sebagai terminal, ditempat tersebut juga dibangun ruang terbuka hijau. Sehingga masyarakat Tabanan memiliki tempat hiburan alternatif yang murah ditengah minimnya ruang-ruang publik yang dimiliki Tabanan.
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/nod



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami