Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kementan Luncurkan Kopi Luwak Pencegah Kanker
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Kabar gembira bagi penikmat kopi luwak. Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penelitian& Pengembangan Pertanian meluncurkan kopi luwak probiotik yang bisa mencegah kanker.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, Muhammad Syakir mengatakan, kopi luwak probiotik ini merupakan hasil rekayasa teknologi pertanian.
"Kopi luwak probiotik merupakan temuan Suprio Guntoro, peneliti di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali di tahun 2010. Berbeda dengan kopi luwak pada umumnya, biji kopi luwak probiotik dihasilkan dari buah kopi matang yang dipetik dan dipilih, kemudian difermentasikan secara khusus dengan mikroba probiotok usus halus dan usus buntu binatang luwak," kata Syakir di Kantornya, Jakarta, Kamis (19/05/2016).
Kata Syakir, berdasarkan analisa laboratorium, dengan adanya proses fermentasi mikroba probiotik luwak, baik di dalam perut maupun di luar perut luwak akan terjadi pembentukan beberapa asam organik yang amat bermanfaat bagi tubuh manusia.
Syakir bilang, asam organik yang terbentuk diantaranya adalah asam butirat dan asam laktat. Asam butirat mempunyai beberapa manfaat bagi tubuh kita, antara lain dapat menekan stres, mencegah kanker usus, dan menekan terjadinya peradangan pada saluran pencernaan. Sedangkan asam laktat amat bermanfaat membantu berbagai proses pencernaan.
Sementara itu Suprio Guntoro peneliti di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian atau BPTP Bali, yang menemukan kopi luwak probiotik mengatakan kopi luwak probiotik dipercaya akan melindungi populasi luwak.
"Jadi, kopi luwak probiotik ini dihasilkan dengan mengadopsi proses pencernaan binatang luwak. Mikroba probiotik itu adalah hasil dari isolasi mikroba di usus halus dan usus buntu luwak. Mikroba probiotik itu kami pastikan tidak mengandung mikroba yang bersifat patogen atau penyakit," kata Guntoro
Dengan demikian, lewat kopi luwak probiotik ini, kopi luwak dapat diproduksi berdasar kebutuhan dan tidak terbatas pada jumlah luwak atau kemampuan konsumsi luwak sebagaimana pada umumnya. Bubuk kopi luwak pada umumnya berharga relatif mahal, yakni Rp 1 juta per kilogram dan menjadikan kopi luwak menjadi andalan ekspor kopi bagi Indonesia. [bbn/inilah]
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5893 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2232 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan