Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kadiskop dan UKM Bali Ingatkan Koperasi yang Bermain Izin Angkutan
Rabu, 25 Mei 2016,
19:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Menanggapi maraknya koperasi di Bali yang diduga "bermain" menjual belikan izin angkutan dan malah disalahgunakan untuk meraup keuntungan pribadi maupun pengurusnya, ditanggapi serius oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Bali, I Dewa Nyoman Patra, SH, MH saat ditemui di Renon, Rabu (25/5).
Menurut Dewa Patra, jika selama ini memang ada indikasi kepentingan pribadi di internal koperasi, salah satunya yang disebut koperasi di Organda seperti itu. Harusnya, kata Dewa Patra kalau mengurus koperasi semestinya fokus mengurus koperasi.
"Jadi pengurus koperasi ya fokus urus koperasi, kalau Organda (Organisasi Angkutan Darat) kan harusnya fokus urus angkutan. Diluar itu jika mau bisnis silahkan, tapi buat aturan tersendiri. Aman dah kalau begitu, tidak seperti sekarang," ucapnya.
Dewa Patra mengaku hal itu sudah menyalahi aturan prinsip-prisip koperasi, karena seharusnya pengurus dan anggota koperasi memiliki hak dan kewajiban yang sama. Dan, jika ada koperasi yang terlibat dalan permainan jual beli izin angkutan sewa, maka itu sudah menyimpang, apalagi dananya tidak masuk koperasi.
"Jika Organda masuk koperasi apa itu ? Semestinya begitu ada izin-izin itu, nantinya semua mobil atas nama koperasi. Kita akan cek semua koperasi itu kebenarannya. Apakah sudah sesuai dengan bidang usahanya itu?," ungkapnya
Dewa Patra melanjutkan, apapun bentuk koperasi mestinya kegiatan yang dilakukan harus sepengetahuan dan persetujuan anggota. Selain itu, koperasi harusnya dari awal dibuatkan program, jika ada diluar itu berjalan maka sudah katagori melanggar.
"Koperasi jangankan dijualbelikan, apalagi jadikan alatpun saya tidak mau. Apalagi menguntungkan segelintir orang seperti itu. Tidak boleh adanya jual beli izin itu, apalagi untuk memuluskan GrabCar dan Uber Taksi yang jelas-jelas sudah dilarang," selorohnya.
Dewa Patra menegaskan kembali, agar koperasi berjalan dengan murni dan sesuai dengan AD/ART Koperasi. Programnya juga jangan sampai menyimpang dari kesepakatan tahunan. Pasalnya, koperasi adalah milik anggota bukan pengurus. Selama ini, koperasi dikira milik pengurus koperasi. Padahal tidak boleh pengurus koperasi menentukan kebijakan koperasi tanpa sepengetahuan anggota.
"Anggota yang harus keberatan sekarang. Operasionalnya kita tidak ikut campur, tapi karena sudah ribut di media kita akan panggil koperasi yang bermain seperti itu. Kita akan luruskan," jelasnya.
Dewa Patra mengancam jika koperasi masih banyak menyimpang dari ketentuan maka ia berjanji akan mengevaluasinya. Semua harus dari dan oleh anggota, semuanya harus dari anggota tidak boleh pengurusnya seenaknya seperti itu.
"Jika ditemukan ada koperasi yang bermain akan kita panggil atau kita datangi kesana. Terutama anggotanya, kita akan minta data yang riil, agar tidak menyalahi aturan koperasi," ancamnya.[bbn/dws/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5908 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026