Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Sembunyikan Lokasi Pejuang, Nang Remi Dinjak-Injak Tentara NICA
BERITABALI.COM, TABANAN.
Sekitar 150 veteran pejuang kemerdekaan, Rabu (17/8) hadir di Gedung Mario Tabanan, terkait perayaan HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke-71. Ada kisah menarik yang disampaikan para veteran pejuang yang sudah berusia lanjut ini.
Baca juga:
Sekretaris TKD Bali I Ketut Ridet Meninggal karena Kecelakaan, De Gadjah: Sosok Energik dan Pejuang
Kisah seputar perjuangan kemerdekaan salah satunya diceritakan Nang Remi (Pak Remi) asal Banjar Annyar, Perean Kangin, Kecamatan Baturiti, Tabanan.
Waktu jaman penjajahan Belanda di Bali sekitar tahun 1945 an, Nang Remi bertugas sebagai Kawal. Menurutnya, Kawal ini bertugas untuk melindungi para pejuang.
"Kalau Belanda datang mendekat, kita para Kawal melaporkan informasi itu kepada pejuang atau penyingkir," ujar Nang Remi yang kini sudah berumur 80 tahun lebih.
Para pejuang waktu itu, ujar Nang Remi, mempunyai tempat perlindungan bawah tanah agar tidak terdeteksi oleh tentara Belanda.
Nang Remi mengaku pernah ditangkap dan disiksa tentara NICA (Netherlands India Civil Administration) Belanda. Dia dipaksa untuk menunjukkan lokasi persembunyian para Pejuang Indonesia.
"Saya diinjak-injak tentara NICA Belanda, mereka menanyakan dimana lokasi atau markas perjuang. Meski kepala dan badan saya diinjak-injak, saya tidak mau mengaku,"ujar Nang Remi.
Sebagai seorang anggota Kawal para pejuang, dalam kesehariannya Nang Remi berpakaian seperti layaknya rakyat jelata. Meski sudah menyamar seperti rakyat jelata, namun Nang Remi mengaku sering hampir ditembak tentara NICA.
"Tentara NICA ganas-ganas, jika tidak memberi informasi atau mau mengakui lokasi pejuang, tangan kita diikat, kemudian dibawa ke tangsi militer NICA di Perean,"kenangnya.
Nang Remi menuturkan, tentara NICA Belanda sebagian besar merupakan orang pribumi (Indonesia) dan berbahasa Indonesia. Tentara NICA juga dibantu beberapa orang Bali yang menjadi pembantu tentara NICA.
"Ada orang Bali waktu itu yang membantu tentara NICA, mereka juga dipersenjatai. Tapi mereka tidak berasal dari desa kami. Mereka juga bawa senjata api,"ujar Nang Remi yang kini menghabiskan masa tuanya di Banjar Anyar, Perean Kangin, Baturiti Tabanan.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan