Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Sembunyikan Lokasi Pejuang, Nang Remi Dinjak-Injak Tentara NICA
BERITABALI.COM, TABANAN.
Sekitar 150 veteran pejuang kemerdekaan, Rabu (17/8) hadir di Gedung Mario Tabanan, terkait perayaan HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke-71. Ada kisah menarik yang disampaikan para veteran pejuang yang sudah berusia lanjut ini.
Baca juga:
Sekretaris TKD Bali I Ketut Ridet Meninggal karena Kecelakaan, De Gadjah: Sosok Energik dan Pejuang
Kisah seputar perjuangan kemerdekaan salah satunya diceritakan Nang Remi (Pak Remi) asal Banjar Annyar, Perean Kangin, Kecamatan Baturiti, Tabanan.
Waktu jaman penjajahan Belanda di Bali sekitar tahun 1945 an, Nang Remi bertugas sebagai Kawal. Menurutnya, Kawal ini bertugas untuk melindungi para pejuang.
"Kalau Belanda datang mendekat, kita para Kawal melaporkan informasi itu kepada pejuang atau penyingkir," ujar Nang Remi yang kini sudah berumur 80 tahun lebih.
Para pejuang waktu itu, ujar Nang Remi, mempunyai tempat perlindungan bawah tanah agar tidak terdeteksi oleh tentara Belanda.
Nang Remi mengaku pernah ditangkap dan disiksa tentara NICA (Netherlands India Civil Administration) Belanda. Dia dipaksa untuk menunjukkan lokasi persembunyian para Pejuang Indonesia.
"Saya diinjak-injak tentara NICA Belanda, mereka menanyakan dimana lokasi atau markas perjuang. Meski kepala dan badan saya diinjak-injak, saya tidak mau mengaku,"ujar Nang Remi.
Sebagai seorang anggota Kawal para pejuang, dalam kesehariannya Nang Remi berpakaian seperti layaknya rakyat jelata. Meski sudah menyamar seperti rakyat jelata, namun Nang Remi mengaku sering hampir ditembak tentara NICA.
"Tentara NICA ganas-ganas, jika tidak memberi informasi atau mau mengakui lokasi pejuang, tangan kita diikat, kemudian dibawa ke tangsi militer NICA di Perean,"kenangnya.
Nang Remi menuturkan, tentara NICA Belanda sebagian besar merupakan orang pribumi (Indonesia) dan berbahasa Indonesia. Tentara NICA juga dibantu beberapa orang Bali yang menjadi pembantu tentara NICA.
"Ada orang Bali waktu itu yang membantu tentara NICA, mereka juga dipersenjatai. Tapi mereka tidak berasal dari desa kami. Mereka juga bawa senjata api,"ujar Nang Remi yang kini menghabiskan masa tuanya di Banjar Anyar, Perean Kangin, Baturiti Tabanan.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2931 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2050 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun