Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 April 2026
YLKI : Aturan Rokok di Indonesia Paling Primitif
Minggu, 28 Agustus 2016,
16:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan aturan rokok Indonesia termasuk yang paling primitif. Kok bisa?
Tulus mengungkapkan di saat negara-negara lain didunia berupaya keras untuk mengurangi konsumsi rokok, justru di Indonesia anak-anak, remaja, wanita, laki-laki dan orang tua bebas dan sangat mudah untuk mendapatkan rokok.
Bahkan, lebih parahnya lagi Indonesia belum ikut serta meratifikasi aturan tembakau buatan World Health Organization (WHO) yakni Framework Convention on Tobacco Control (FTCT).
"FCTC itu melarang iklan rokok, Amerika Serikat sudah menerapkan, Eropa sejak 60-an, Indonesia yang masih primitif dengan menerapkan zat adiktif diiklankan," kata Tulus dalam sebuah diskusi di Kawasan Menteng Jakarta Pusat Sabtu (27/08/2016).
Apalagi, kata Tulus merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) yang melaporkan bahwa konsumsi rumah tangga menempatkan rokok di urutan dua sebagai pengeluaran terbesar. Ini yang menyebabkan masyarakat miskin makin tambah miskin.
"Jadi rumah tangga miskin dapat mengonsumsi yang lain. Apalagi rokok itu kan seharusnya diatur, tapi malah jadi kebutuhan pokok," tandasnya. [bbn/idc/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3766 Kali
02
03
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1706 Kali
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026