Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Sempat Hilang di Gunung Agung, Pelari Goat Run Ditemukan Selamat
Selasa, 29 November 2016,
08:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Pelari yang sempat hilang di lereng Gunung Agung, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Pelari bernama Adrian Kurniawan (24) selamat setelah sempat bertahan satu malam di gunung yang dingin.
"Korban tinggal di Royal Residence, jalan Hayam Huruk, Denpasar. Adrian adalah salah satu pelari Goat Run Seris IV yang dilakukan di lereng Gunung Agung hari Minggu lalu. Namun korban nyasar dan tidak bisa turun sehingga dilakukan pencarian," kata Jeffri, Ketua Panitia Pelaksana Lomba, Senin, dilansir Bali Puspa News.
BACA JUGA:
Adrian diketahui hilang sekitar pukul 20.00 wita hari Minggu lalu. Sekitar pukul 21.00 wita malam dilakukan pencarian oleh panitia bersama dengan komunitas pendaki Gunung Agung. Karena sudah malam pencarian gagal menemukan korban.
Pagi harinya, Adrian mengirim SMS dan juga memberikan imformasi terkait posisinya lewat GPS. Sekitar pukul 09.00 wita pencarian dilakukan tim SAR gabungan dari BPBD Karangasem, Basarnas dan pemendu lokal Besakih. Sementara evaluasi korban sendiri dilakukan lewat jalur Tamukus, diatas Pura Tunggul besi melewati Pura Payasan.
Korban ditemukan pukul 16.00 wita oleh tim pemandu Lokal Besakih. Korban ditemukan pertama kali oleh I Wayan Sudar dan Wayan Darmayasa di sekitar Batu Meregeg, di Tebing lereng selatan Gunung Agung.
“Tim pencari berteriak memanggil manggil korban, dan tiba-tiba ada sahutan yang didengar Sudar,” ujar kordinator pemandu lokal, Jro Mangku Komang Kayun.
BACA JUGA:
- BPKPAB Siap Wujudkan Kawasan Pura Besakih yang Lebih Tertata
- Hindari Polisi, Sawah dan Sungai Pun Dilewati
Korban mengalami luka lecet pada bagian dahi karena terjatuh. Disebutkan juga kalau korban sempat melaporkan kepada panpel jika dirinya terjatuh sekitar pukul 16.00 wita hari Minggu lalu saat perlombaan masih berlangsung.
Namun pihak panpel kurang awas sehingga SMS tersebut baru dibaca pukul 20.00 wita. Sehingga pencarian terlambat dilakukan. Untung saja korban cukup paham mempertahankan diri di ketinggian. Malam harinya korban nampak istirahat. Bahkan HP yang dipergunakan juga dimatikan. Pagi harinya korban baru langsung mengirim kabar lewat SMS.[bpn/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2275 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026