Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Siput Berbulu Ditemukan di Australia
Jumat, 20 Januari 2017,
13:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Peneliti Australia menemukan lebih dari 150 spesies baru siput dan hewan moluska lainnya.Para peneliti mengamati pulau-pulau terpencil di lepas pantai Kimberley Australia Barat, mendokumentasikan serangkaian siput tanah yang belum terungkap, dan hidup di wilayah yang belum tersentuh.
Setelah menyelesaikan analisa dari penelitian yang berlangsung selama 2009-2011 tersebut, para ilmuan menyimpulkan bahwa terdapat 13 spesies siput unik yang tinggal di pulau-pulau itu.Beberapa moluska yang baru ditemukan di antaranya siput dengan panjang kurang dari dua milimeter hingga siput berukuran lebih besar yang ditutupi rambut "seperti alien".Dengan 180 spesies siput tanah yang sebelumnya diidentifikasi di daerah tersebut, studi ini menunjukkan bahwa Kimberley adalah rumah bagi sepertiga penduduk siput Australia.Frank Koehler, seorang ilmuwan penelitian Museum Australia yang juga pemimpin ekspedisi tersebut mengatakan, keragaman spesies baru yang ditemukan sangat istimewa.
"Saya terkejut oleh keragaman besar yang saya temukan. Ada keragaman yang menakjubkan mulai dari cangkang, bentuk dan ukuran mereka. Setiap spesies memiliki ceruk ekologi sendiri. Mereka hewan yang cantik," kata Koehler, Kamis (19/1).Sementara penelitian masih dalam tahap pendahuluan, Koehler mengatakan ia telah mengembangkan teori tentang bagaimana masing-masing spesies membawa sifat yang unik."Mungkin yang paling tidak biasa adalah spesies kecil yang memiliki cangkang berbulu," katanya.Menurutnya, siput yang memiliki bulu pada cangkangnya cukup luar biasa."Satu pemikiran adalah bahwa partikel-partikel tanah yang terdapat pada bulu tersebut membantu mereka menyamarkan cangkangnya," ungkap Koehler.
Setiap spesies baru yang ditemukan tampaknya telah mengembangkan cara tersendiri untuk bertahan dari siklus cuaca dan iklim ekstrim di Kimberley."Siput ini berhibernasi dan terkubur di dalam tanah selama musim kemarau, tapi begitu hujan mereka keluar dan mereka memanjat pohon," lanjut Koehler.
Dia mengatakan, temuannya tersebut baru menganalisa bagian permukaan tanah saja, dan ia percaya terdapat hingga 700 spesies siput unik yang hidup di wilayah tersebut.
Berita Premium
Reporter: Kominfo NTB
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026