Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Ini Larangan Jika Berwisata ke Kolam Tirta Ujung Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Mata air di dalam Pura Tirta Ujung tempat lokasi pariwisata Kolam Tirta Ujung Karangasem dipercaya memiliki khasiat untuk menyembuhkan penyakit dan melebur segala sesuatu yang berbau magis.
Pengelola kolam tirta Nengah Sudiartini mengatakan pernah menemukan beberapa kali ada benda mirip jimat didalam kolam tirta, dirinya meyakini bahwa siapapun yang datang dan melukat di kolam tirta ini jika membawa benda-benda berbau negatif akan lebur dan hilang. Selain itu di areal Pura yang disucikan tersebut juga dipercaya tempat berstananya Ular Naga bersar bermahkotakan emas.
"Tanda-tanda jika "duwe" tersebut "medal" yakni akan terdengar suara Tokek dan Cicak secara bersamaan," kata Sumiati, Senin (1/6).
Menurutnya, hal tersebut hanya terjadi pada hari-hari tertentu saja seperti Kajeng Kliwon.
"Sempat juga ada yang datang melukat, mereka mengatakan kepada kami bahwa dirinya melihat Udang berwarna merah menyala dan Belut Putih di dalam kelebutan yang disucikan tersebut," tuturnya.
Setiap setahun sekali tepatnya saat bulan purnama ke enam, di Pura Tirta Ujung tersebut dlaksanakan odalan, namun odalan yang memakai sarana seperti guling dan bebangkit dilakukan setiap dua tahun sekali yang dipuput oleh sulinggih.
Untuk saat ini bagi pengunjung yang hendak melukat sebaiknya agar selalu menghindari segala bentuk larangan yang sudah jelas dituliskan areal kolam tirta terebut seperti, dilarang berbuat yang kurang pantas, wanita datang bulan juga dilarang untuk mandi, dilarang berbicara kotor, dilarang mandi mendekati wilayah suci dari kolam tersebut dan yang sangat penting agar sebelum sandikale seluruh pengunjung tidak lagi berada di areal kolam tirta tersebut.
"Jika ini dilanggar maka akan sangat buruk akibatnya," sebutnya.
Seperti yang terjadi pada salah seorang pengunjung yang setelah diperingatkan namun melawan, terpaksa kembali datang dan membawa banten sebagai wujud permintaan maaf.
Salah satu pengunjung kolam tirta I Wayan Yoga asal Padang Kerta mengatakan sudah tiga kali datang melukat ke kolam tirta tersebut. Menurutnya tempatnya sudah bagus namun perlu ditata lagi seperti kolam tirta antara laki-laki dan perempuan dipisahkan agar tidak berbaur menjadi satu.
Camat Karangasem Cokorda Alit Surya Prabawa berharap agar kedepan Tirta Ujung ini bisa berkembang menjadi obyek wisata alternatif bagi masyarakat lokal maupun mancanegara. Selain itu fasilitas-fasilitas dan infrastruktur pendukung juga bisa dibangun, karena saat ini kondisinya masih kurang memadai.
“Kami sangat berharap obyek wisata ini dikembangkan dengan konsep community based tourism sehingga masyarakat sekitar bisa benar-benar menjadi subyek pariwisata, bukan sekedar menjadi obyek, dengan demikian pariwisata bisa menjadi pemicu dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat," ditambahkan Cokorda Alit Surya Prabawa.
Reporter: bbn/dmp
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan