Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 13 Mei 2026
Silaturahmi Tolak Radikalisme di Istana Taman Jepun
Sabtu, 22 Juli 2017,
19:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Puluhan warga dari berbagai latar belakang, etnis, dan agama, Jumat malam (21/7) mengikuti acara silaturahmi Halal Bi halal, di Istana Taman Jepun, Denpasar. Acara bertujuan untuk membangun toleransi antar umat beragama dan menolak paham radikalisme, yang belakangan marak muncul di Indonesia.
Menurut pelaksana kegiatan, I Dewa Nyoman Budiasa, yang juga Ketua DPD Nasdem Denpasar, acara silaturahmi ini digelar Yayasan Tedung Bakti Baruna, Taman Jepun, dan Pergeraan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Denpasar.
Acara dihadiri oleh warga muslim di Denpasar, organisasi ANSOR dan NU, KMHDI, serta Perkantas atau Persekutuan Kristen Antar Universitas. Acara juga dihadiri anggota DPRD Kota Denpasar dari Partai NasDem A.A.Ngurah Gede Widiada, yang juga Panglingsir Puri Agung Peguyangan Denpasar.
"Semangat yang kita ambil dari kegiatan ini, bahwa dengan keberagaman lintas batas agama, suku, etnis di Denpasar, kita bersepakat bahwa perbedaan adalah sebuah anugerah yang akhirnya bisa menciptakan rasa kasih sayang sesama manusia, apapun rasnya, agamanya,"ujar pria yang dikenal dengan Pak Dewa Taman Jepun ini.
Kegiatan ini, kata Dewa, juga dalam rangka menyambut aksi gerakan nasional anti radikalisme yang marak di Indonesia belakangan.
"Ini bisa menjadi contoh di daerah lain. Perbedaan itu sesuai amanat Bhinneka Tunggal Ika. Dengan perbedaan itu, Indonesia bisa merdeka. Kalau kita bisa memaknainya, ini akan menjadi anugerah yang luar biasa,"ujar mantan pelaut ini.
Panglingsir (tokoh) Puri Agung Peguyangan, A.A.Ngurah Gede Widiada, mengatakan, toleransi di Indonesia kini semakin terdegradasi.
"Kita semua sibuk dengn urusan masing-masing, baik personal, partai, maupun kepentingan lainnya. Dengan adanya kegiatan ini, mari kita kembali membangun kehidupan berbangsa, bahwa kita semua bersaudara."ujarnya.
Widiada mengatakan, warga Denpasar harus berbangga, karena bisa menjaga suasana kehidupan masyarakatnya yang beragam dengan toleransi tinggi.
"Tantangan kita kedepan adalah bagaimana menjaga kerukunan atau toleransi antar umat beragama ini, diantaranya dengan acara dialog atau silaturahmi seperti ini. Hal ini perlu sering kita selenggarakan untuk membangun keutuhan bangsa kedepannya. Mari kita jaga kerukunan antar umat beragama di Denpasar dan Bali," ujarnya.[bbn/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1202 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 935 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 766 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 699 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026