Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 20 Juli 2026
Silaturahmi Tolak Radikalisme di Istana Taman Jepun
Sabtu, 22 Juli 2017,
19:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Puluhan warga dari berbagai latar belakang, etnis, dan agama, Jumat malam (21/7) mengikuti acara silaturahmi Halal Bi halal, di Istana Taman Jepun, Denpasar. Acara bertujuan untuk membangun toleransi antar umat beragama dan menolak paham radikalisme, yang belakangan marak muncul di Indonesia.
Menurut pelaksana kegiatan, I Dewa Nyoman Budiasa, yang juga Ketua DPD Nasdem Denpasar, acara silaturahmi ini digelar Yayasan Tedung Bakti Baruna, Taman Jepun, dan Pergeraan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Denpasar.
Acara dihadiri oleh warga muslim di Denpasar, organisasi ANSOR dan NU, KMHDI, serta Perkantas atau Persekutuan Kristen Antar Universitas. Acara juga dihadiri anggota DPRD Kota Denpasar dari Partai NasDem A.A.Ngurah Gede Widiada, yang juga Panglingsir Puri Agung Peguyangan Denpasar.
"Semangat yang kita ambil dari kegiatan ini, bahwa dengan keberagaman lintas batas agama, suku, etnis di Denpasar, kita bersepakat bahwa perbedaan adalah sebuah anugerah yang akhirnya bisa menciptakan rasa kasih sayang sesama manusia, apapun rasnya, agamanya,"ujar pria yang dikenal dengan Pak Dewa Taman Jepun ini.
Kegiatan ini, kata Dewa, juga dalam rangka menyambut aksi gerakan nasional anti radikalisme yang marak di Indonesia belakangan.
"Ini bisa menjadi contoh di daerah lain. Perbedaan itu sesuai amanat Bhinneka Tunggal Ika. Dengan perbedaan itu, Indonesia bisa merdeka. Kalau kita bisa memaknainya, ini akan menjadi anugerah yang luar biasa,"ujar mantan pelaut ini.
Panglingsir (tokoh) Puri Agung Peguyangan, A.A.Ngurah Gede Widiada, mengatakan, toleransi di Indonesia kini semakin terdegradasi.
"Kita semua sibuk dengn urusan masing-masing, baik personal, partai, maupun kepentingan lainnya. Dengan adanya kegiatan ini, mari kita kembali membangun kehidupan berbangsa, bahwa kita semua bersaudara."ujarnya.
Widiada mengatakan, warga Denpasar harus berbangga, karena bisa menjaga suasana kehidupan masyarakatnya yang beragam dengan toleransi tinggi.
"Tantangan kita kedepan adalah bagaimana menjaga kerukunan atau toleransi antar umat beragama ini, diantaranya dengan acara dialog atau silaturahmi seperti ini. Hal ini perlu sering kita selenggarakan untuk membangun keutuhan bangsa kedepannya. Mari kita jaga kerukunan antar umat beragama di Denpasar dan Bali," ujarnya.[bbn/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3750 Kali
02
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1429 Kali
03
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1375 Kali
04
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1370 Kali
05
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1283 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026