Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Sanur International Kite Festival 2017 Dibuka, Diikuti 19 Negara
Minggu, 6 Agustus 2017,
08:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Walikota Denpasar IB Rai Dharmawiaya Mantra membuka Sanur International Kite Festival (SIKF) 2017, ditandai dengan menaikan layangan naga serta memberi penghargaan kepada sesepuh pelayang Indonesia pada Sabtu (5/8) di Pantai Mertasari Sanur.
Sejak pagi hari antusias para peserta SIKF tampak memadati Pantai Mertasari Sanur. Walaupun cuaca sedikit panas, namun tidak mempengaruhi antusias para peserta yang terdiri dari 64 peserta dari 19 negara dan 58 peserta dari berbagai kota di Indonesia dalam memainkan layangan.
[pilihan-redaksi]
Gemuruh sorak-sorak rare angon (pencinta layangan) dari mancanegara ini di tambah lantunan gambelan Baleganjur yang tak pernah putus terus mengiring para peserta international kite festival ini.
Ratusan jenis layang-layang tampil pada event tersebut. Selain menampilkan layang-layang tradisional bebean, pecukan dan janggan, festival ini juga menghadirkan layang-layang kreatif dan kontemporer. Setiap peserta menampilkan lebih dari satu jenis layang-layang kreasi dengan berbagai bentuk, bermacam bahan dan berbagai ukuran pada event yang akan diselenggarakan hingga Senin (7/8) mendatang.
“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung berbagai kreativitas di Kota Denpasar seperti Event Sanur Village Festival yang dirangkai dengan berbagai kegiatan, dalam hal ini salah satunya adalah Sanur International Kite Festival yang secara rutin diadakan setiap tahun. Selain mendukung pelestarian kebudayaan memainkan layang- layang juga berdampak ekonomis, apalagi event ini bisa mendatangkan rare angon mancanegara”, ungkap Rai Mantra saat di temui disela-sela kegiatan.
Rai Mantra mengatakan, kegiatan seperti ini harus terus dikembangkan dan dipertahankan sebagai suatu wadah dalam bentuk penguatan kebudayaan itu sendiri. Layang-layang merupakan atraksi budaya yang sudah ada sejak dahulu. Diharapkan, kegiatan ini terus terjaga di tangan anak-anak muda yang kreatif .
Ketua Panitia SIKF 2017 Kadek Dwi Armika mengatakan, festival ini merupakan bagian dari Sanur Village Festival yang memadukan seni, aerodinamika, budaya, termasuk filosofi, sejarah dan imaji inovatif. Khusus untuk pementasan wayang di angkasa akan digelar pada Minggu (5/8) pukul 18.30 hingga pukul 20.30 Wita, dengan tema “Bhinneka Tunggal Ika”, yang juga merupakan semboyan NKRI yang diambil dari Kekawin Sutasoma karya Mpu Tantular. Tema yang sarat filosofi ini diterjemahkan para kreator layang-layang dalam berbagai figur dari pewayangan.
“Kali ini kami menyuguhkan sesi wayang di angkasa yang melibatkan pesinden dan dalang yang menggunakan berbagai bahasa, dilengkapi gamelan dan tata lampu yang spektakuler,” kata Dwi Armika.
Dwi Armika menjelaskan, tema ini masih relevan dengan isu kekinian yang diharapkan bisa menggugah kembali betapa penting persatuan dan kerukunan di antara keragaman suku, adat, agama dan budaya kita.
“Ini akan menjadi isu positif yang bisa diwartakan peserta internasional ke seluruh penjuru dunia,” katanya.
Ketua Panitia Sanur Village Festival (SVF) Ida Bagus Gede Sidharta Putra berharap, acara ini mampu memunculkan gagasan baru dalam rangka mengembangkan kreasi layang-layang untuk menunjang industri ekonomi kreatif. Selain membantu kepariwisataan, pasti akan mendorong pertumbuhan ekonomi setempat.
“Layang-layang bisa jadi oleh-oleh atau untuk dikoleksi, ini tantangan bagi para kreator,” katanya.
Sementara salah satu peserta SIKF, Sari Majid (Indonesia) dan Gerrad Cletment (Perancis) mengatakan event ini sangat bagus dan sangat menarik untuk kami para pencita layangan, hanya di Bali satu-satunya event layangan terbesar di dunia .
“Event ini tidak terlepas dari dukungan dari Pemkot Denpasar dalam memberikan wadah untuk pencinta layangan dalam berkreativitas. Kegiatan ini juga sebagai ajang rekreasi untuk pencinta layangan di macanegara yang memang harus terus dikembangkan dan dipertahankan sebagai suatu wadah dalam bentuk penguataan kebudayaan”, ujarnya sembari berteriak one sky one earth one family. [rls/dps]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026