Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Kasus Pembuangan Bayi, Polisi Curigai Pelaku Tapi Terbentur Bukti
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Dua kasus pembuangan bayi di Tabanan yakni di Pasar Penebel satu bulan lalu, dan di sekitar lapangan Dangin Carik, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan belum berhasil diungkap jajaran Polres Tabanan.
[pilihan-redaksi]
Polisi berdalih pengungkapan dua kasus tersebut terbentur bukti dan masih memerlukan pembuktian lebih lanjut. Hal itu diungkapkan Kapolres Tabanan AKBP Marsdianato, Kamis (10/8/17) disela sela seminar nasional KMHDI Tabanan.
Dikatakannya, untuk kasus bayi di Dangin Carik, Marsdianto menjelaskan pihaknya sudah mencurigai orang orang karena ada indikasi.
“Kita belum berani mengungkap karena masih perlu pembuktian lebih lanjut,” jelasnya.
Ditambahkan, pihaknya telah memintai keterangan beberapa saksi dan warga sekitar lokasi penemuan bayi di Dangin Carik.
“Kita masih cocokan keterangan keterangan saksi, tinggal didukung pembuktian,” jelasnya.
Pun kasus pembuangan bayi di Pasar Penebel, belum bisa diungkap karena terbentur alat bukti.
“Kasus yang di pasar penebel masih penyelidikan, karena belum bisa dapatkan bukti siapa orang tua dari bayi tersebut," jelasnya. [nod/wrt]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2804 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1975 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun