Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Peneliti AS Buat Prototipe Ponsel Tanpa Baterai
Kamis, 24 Agustus 2017,
16:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Seattle. Peneliti AS meluncurkan prototipe ponsel bebas baterai, menggunakan teknologi yang mereka harapkan nantinya akan menjadi produk yang dipasarkan secara massal.
Ponsel itu merupakan karya sekelompok peneliti di University of Washington di Seattle yang bekerja dengan menggalang sejumlah kecil tenaga dari sinyal radio, dikenal sebagai frekuensi radio atau gelombang 'RF'.
[pilihan-redaksi]
Temuan itu mungkin tidak sepadan dengan temuan teknologi telepon oleh Alexander Graham Bell, tetapi kedua peneliti di University of Washington, Shyam Gollakota dan Vamsi Talla, mengatakan terobosan mereka itu luar biasa.
"Ponsel tanpa baterai ini lompatan besar dalam hal kemampuan piranti bebas baterai karena kini ada piranti streaming yang bisa terus berbicara sambil menerima data, yang pada dasarnya adalah telepon," kata Gollakota, seperti dilasir VOA News.
Bukankah ponsel membutuhkan banyak tenaga listrik untuk beroperasi tanpa baterai?
"Iya! Betul. Ponsel biasa membutuhkan ratusan miliwatt listrik saat melakukan panggilan. Jadi, tidak mungkin membuat piranti seperti itu betul-betul bebas baterai. Yang kami lakukan, sebagai tantangan pertama, adalah menurunkan kebutuhan akan listrik yang besar itu," imbuh Talla.
Begitu berhasil, terciptalah telepon yang bisa memanfaatkan energi elektromagnetik yang berdetak di sekitar kita dalam bentuk gelombang frekuensi radio atau RF.
"Gelombang RF ada di sekitar kita, misalnya, stasiun FM menyiarkan gelombang radio, juga stasiun AM, stasiun TV, menara ponsel, semua memancarkan gelombang RF," ujar Talla.
Telepon tadi pada dasarnya menggunakan semua energi di sekitar kita itu. Kita tidak bisa melakukan semua yang bisa kita lakukan dengan ponsel pintar saat ini, tetapi setidaknya jika baterai ponsel mati, bukan berarti kita tidak bisa dihubungi.
"Pada masa depan, semua ponsel pintar akan dilengkapi wahana bebas baterai yang memungkinkan kita setidaknya melakukan panggilan ketika baterai ponsel mati," lanjut Talla.
Dengan konsep ini sudah terbukti, kedua peneliti kini mengupayakan peningkatan produk, memungkinkan pengiriman pesan atau penjelajahan dunia maya tanpa baterai.
"Kami sangat gembira atas teknologi ini dan University of Washington memiliki IP untuk teknologi ini dan kami sedang berusaha untuk intinya memasarkan dan memungkinkan ponsel ini sampai ke tangan masyarakat dan menerapkan sistem ini secara lebih luas," tambahnya.
Tim itu berharap ada produk yang siap dipasarkan dalam waktu kurang dari setahun. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6023 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4697 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2354 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026