Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
HKTI Uji Coba Bibit Padi Unggul E 400
Jumat, 1 September 2017,
11:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) berencana melakukan ujicoba penanaman bibit padi unggul varietas baru dengan nama E 400. Ini merupakan langkah awal setelah terbentuknya kepengurusan HKTI Karangasem.
"Salah satu keunggulan padi jenis ini adalah hasil penan lebih banyak dari bibit unggul lainya termasuk Ciherang," ujar Ketua KHTI Karangasem I Gusti Made Muliawan didampingi Korkab P3MD Karangasem Ketut Wijaya Mataram alias Vijai, Kamis (31/8).
[pilihan-redaksi]
Padi unggul ini sendiri diakui sudah di ujicoba di Sumbawa Barat dan cukup berhasil. Di mana per hektarnya bisa mengasilkan paling sedikit gabah hingga 9,5 ton sampai 12 ton. Sementara kalau Ciherang hanya 9 ton per hektarnya itupun sudah maksimal dengam waktu panen sama dengan padi unggul lainya yakni berkisaran tiga bulan.
Saat ini pihaknya mengaku baru melakukan sosialisasi ke subak-subak. Nantinya jika pihak subak setuju maka akan datang tim dari HKTI pusat untuk memberikan penyuluhan dan diberikan bantuan berupa bibit unggul tersebut secara gratis beserta pupuk bersubsidi.
Bahkan untuk menjamin para petani dari kerugian, dirinya mengatakan bahwa para petani juga akan diikutkan asuransi, apabila terjadi musibah seperti gagal panen maka para petani akan mendapat uang kerugian sebesar Rp7 juta setiap hektarnya.
Selaian menanam bibit unggul tersebut, HKTI Karangasem juga memiliki program unggulan lainnya dimana para petani akan dibantu untuk menjembatani pembelian gabah mereka. Sehingga harga gabah petani tidak anjlok. Bahkan kedepan HKTI juga berencana akan membeli sendiri gabah dari para petani.
Dirinya juga mengatakan akan mengedukasi pemuda agar mau menjadi petani. Karena seperti yang diketahui belakangan ini banyak kalangan muda enggan menjadi petani dan cenderung memilih untuk merantau bekerja di kota.
Oleh sebab itu, dirinya akan bergandengan dengan Pariwisata dan juga dari sektor peternakan.
"Sentuhan kreatifnya adalah pertanian menjadi agro wisata tani selain juga peternakan," ungkapnya.
Selaian lahan basah seperti sawah HKTI juga akan menggarap lahan kering atau perkebunan. Mengingat lahan kering di Kabupaten Karangasem mencapai 92%. Bukan itu saja apa kendala dan keluhan petani juga menjadi perhatian HKTI. Diakui sejauh ini petani memang kerap mengaku merugi kalau menanam padi. Mereka mengaku lebih untung menanam lapawija. Karena itu petani patut mendapat subsidi termasuk jaminan asuransi jika terjadi gagal panen.
Korkab P3MD Ketut Wijaya Mataram alias Vijai sangat mendukung upaya HKTI untuk memberdayakan petani. Dirinya berharap HKTI mempu memberikan inovasi kepada petani agar kreatif sehingga bisa lebih sejahtera. [igs/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2604 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2259 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026