Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Ilmuwan Ungkap Asal Bau Tajam Buah Durian
Rabu, 11 Oktober 2017,
06:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Singapura. Para ilmuwan telah menjawab salah satu pertanyaan alam yang paling menyengat, yakni apa yang memberi buah paling bau di dunia aroma khas?
Mengutip Reuters, para ilmuwan di Singapura memetakan genom durian, yang di seluruh Asia Tenggara dikenal sebagai 'raja buah' karena keunikan bau, rasa, dan kulitnya yang berduri.
[pilihan-redaksi]
Mereka mengidentifikasi gen-gen yang bertanggung jawab pada senyawa bau yang disebut senyawa sulfur volatil dan mendapati gen-gen ini menjadi sangat aktif pada buah-buah durian yang sudah matang, menimbulkan bau yang tidak biasa.
"Bau durian telah digambarkan sebagai campuran aroma bersulfur serupa bawang dengan tanda manis buah dan bumbu gurih sup. Komponen kunci bau durian adalah senyawa sulfur volatil, atau VSC, yang dicirikan dengan pembusukan, semacam bawang, telur busuk, sulfur dan bawang merah goreng," kata Bin Tean Teh, ahli genetika yang juga wakil direktur National Cancer Center Singapore, dalam studi yang dipublikasi di jurnal Nature Genetics.
Tidak seperti spesies tumbuhan lain yang biasanya memiliki satu atau dua kopi gen-gen tersebut, spesies ini punya empat kopi, menunjukkan bahwa produksi VSC sangat tinggi pada buah durian.
Para peneliti mengatakan bau ini mungkin penting bagi durian di alam untuk membantu menarik binatang memakannya dan menyebarkan bijinya.
Para ilmuwan merunut genom durian jenis Musang King, dan mendapati buah itu memiliki sekitar 46.000 gen, hampir dua kali lipat jumlahnya dibanding genom manusia.
Mereka bisa melacak evolusi buah itu hingga 65 juta tahun lalu, menemukan hubungan kunonya dengan buah kakao, yang bijinya menghasilkan coklat.
"Kebanyakan kita di Singapura tumbuh dengan dunia, dan kami sangat familiar dengannya," kata ahli genetika Patrick Tan yang juga profesor di Duke-NUS Medical School, Singapura.
"Meski demikian, bahkan dalam keluarga yang sama, ada individu yang menyukai rasanya sementara yang lain hanya belajar menolenransinya, khususnya selama musim durian," katanya.
Mereka yang tidak pernah merasakan durian sebelumnya akan membutuhkan kekuatan untuk melawan bau dan memakannya.
Durian dimakan dalam keadaan segar, dimasak, difermentasi, atau menjadi bagian dari permen, kue panggang, dan makanan lain.
Para peneliti mengatakan ada setidaknya 30 jenis lebih durian, sebagian bisa dimakan, sebagian tidak bisa dimakan, dan yang lain memiliki bentuk khas. Beberapa di antaranya berbahaya.
Durian secara ekonomi juga penting, dengan China di tahun lalu yang nilai impor duriannya antara US$600 juta hingga US$800 juta, menurut para peneliti. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5935 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4650 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2619 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2276 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2219 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026