Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Visi-Misi Paslon Dalam Pilkada Bali Dinilai Latah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar Dr. I Nyoman Subanda menilai visi-misi dan program yang ditawarkan pasangan calon (paslon) dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bali terkesan latah. Latah dalam artian meniru visi-misi dan program yang ditawarkan pasangan calon yang bertarung di daerah lain. “Disebut latah, seperti apa program yang ditawarkan pada pilkada yang lain dan seperti apa euforia, Bali meniru” ujar Subanda saat ditemui di Denpasar pada Selasa (13/3)
Menurut Subanda, wajar jika ada penilaian visi-misi paslon sangat normatif, karena masih mengangkat isu kebutuhan dasar, seperti pendidikan gratis, kesehatan gratis, dan peluang kerja. Program yang diangkat tersebut harusnya sudah lewat, karena sudah dilakukan oleh pemerintah dan tinggal melakukan penyelesaian.
Subanda menegaskan visi-misi dan program dari paslon seharusnya mampu menyelesaikan persoalan Bali yang sangat mendasar, tidak meniru dan spesifik Bali. Salah satu persoalan Bali yang cukup mendasar adalah permasalahan penduduk pendatang. Persoalan penduduk pendatang ini bukan masalah ras, tetapi bagaimana melakukan penataan dan pengelolaan. “Penelitian saya tentang desa, di Pecatu saja, penduduk pendatangnya jauh lebih banyak dari penduduk aslinya, bukan masalah penduduk pendatang dan asli tetapi efek dari akibat tidak terkelola bisa menimbulkan kejahatan dan kriminalitas yang tinggi” papar Subanda.
Permasalahan lainnya yaitu konflik internal, mengingat konflik internal desa adat dan antar desa adat tinggi. Salah satu buktinya adalah munculnya kasus-kasus kesepekang. Permasalahan Bali berikutnya adalah masalah sampah. Dimana masalah sampah sangat berkaitan dengan masalah prilaku yang harus mendapatkan penanganan. Bali saat ini juga menghadapi permasalahan alih fungsi lahan yang harus mendapatkan perhatian karena berkaitan dengan ketahanan pangan.[bbn/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5957 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2297 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan