Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Ribuan Warga Hadiri Kampanye Mantra-Kerta di GWK
Senin, 26 Maret 2018,
06:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Badung. Mitos yang menyebutkan bahwa wilayah Badung akan dikuasai sepenuhnya oleh pasangan calon lain terpatahkan oleh kehadiran ribuan massa saat kampanye paslon cagub Bali Nomor urut dua Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra - Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) saat menggelar kampanye dialogis di Amphiteater Garuda Wisnu Kencana (GWK), Kuta, Minggu (25/3/2018).
Badung Selatan bergetar oleh kehadiran ribuan massa yang memadati areal GWK. Kehadiran tokoh kharismatis yang juga sesepuh PDI Perjuangan AA Ngurah Oka Ratmadi alias Cok Rat menambah semangat massa memenangkan paslon Mantra-Kerta. Dielu-elukan ribuan massa, Cok Rat beorasi penuh semangat. Penglingsir Puri Satria itu mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang mengembalikan "Baliku".
“Mari kita pilih pemimpin yang benar-benar menjaga taksu Bali. Jangan memilih pemimpin coba-coba. Jangan memilih berdasarkan uang, nanti malah ditangkap. Jangan memilih figur yang terancam ditangkap KPK,” ujarnya.
Soal dirinya yang kukuh berjuang untuk memenangkan Mantra-Kerta, Cok Rat menegaskan,”Jangan coba-coba membeli saya... saya hanya bisa dibayar dengan kesejahteraan masyarakat.”
Dalam kampanye yang dihadiri Ketua Koalisi Rakyat Bali (KRB) AA Bagus Adhi Mahendra Putra dan pimpinan partai koalisi, berbagai aspirasi dilontarkan massa. Salah satu aspirasi yang datang dari warga adalah mengenai komitmen pasangan Mantra-Kerta menolak reklamasi Teluk Benoa.
Secara spontan Rai Mantra memberi jawaban tegas.
“Sejak tahun 2013 saya telah menolak reklamasi Teluk Benoa. Berbagai kajian telah menunjukkan proyek ini tidak layak diteruskan.
Dari awal saya sudah tegas menolak dan sudah saya sampaikan berkali-kali, tinggal bagaimana kita bergerak bersama," kata Walikota Denpasar yang sedang cuti itu.
Cawagub Ketut Sudikerta juga menegaskan hal yang sama. Menurutnya ada sejumlah dampak buruk yang timbul jika reklamasi Teluk Benoa dipaksakan. Pertama, jika reklamasi berjalan maka akan muncul akomodasi hotel baru. Dengan sendirinya akan memicu persaingan harga yang tidak sehat.
“Nanti akan banting-bantingan harga, itu akan berdampak buruk bagi iklim usaha di Kuta Selatan," kata Sudikerta.
Kedua, menurutnya, reklamasi akan memicu berdatangannya tenaga kerja asing dalam jumlah besar. Kemudian terjadi persaingan tidak sehat dengan masyarakat lokal.
"Nanti warga lokal malah tergusur akibat reklamasi," kata Sudikerta.
Ketiga, menurutnya, akan memperparah kemacetan. Dengan kondisi sekarang saja sudah macet parah. Apalagi jika adanya reklamasi. Akan semakin krodit.
Menurut Sudikerta, jauh lebih naik jika pembangunan akomodasi baru diarahkan ke Bali Utara misalnya Buleleng. Sehingga terjadi pemerataan dan tidak terjadi penumpukan di Bali Selatan.
"Solusinya kalau tidak reklamasi adalah kita bangun Bali Utara sehingga terjadi pemerataan. Apalagi di sana ada tanah milik pemrov yang luasnya ratusan hektar, jadi tidak perlu reklamasi," kata Sudikerta.[bbn/rls/psk]
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5937 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4653 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2622 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2279 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026