Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Upacara Agama Dinilai Bukan Berarti Pemborosan
Senin, 23 April 2018,
14:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com.Denpasar, Dengan memberikan pemahaman tentang hakekat upacara yang benar, masyarakat diharapkan tidak lagi berpikir bahwa upacara itu menghambur-hamburkan uang dan bukan berarti pemborosan.
[pilihan-redaksi]
Hal tersebut dikatakan Ketua Panitia Penataran Pemangku dan Serati Banten yang dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar melalui Bagian Kesra Setda Kota Denpasar Dewa Ketut Adi Putra pada Senin (23/4) di Gedung Santi Graha Denpasar.
Hal tersebut dikatakan Ketua Panitia Penataran Pemangku dan Serati Banten yang dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar melalui Bagian Kesra Setda Kota Denpasar Dewa Ketut Adi Putra pada Senin (23/4) di Gedung Santi Graha Denpasar.
Ia menambahkan tetapi yang paling penting bagaimana mereka bisa memahami hakekat nilai filosofis tentang pelaksanaan upacara itu sendiri. Untuk itulah kegiatan Penataran Pemangku dan Serati Banten yang setiap tahun rutin ini dilaksanakan. Peserta yang mengikuti kegiatan ini perwakilan masing-masing Desa Pakraman.
Untuk Pemangku yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 40 orang dan Serati Banten sebanyak 40 orang. Pemahaman bersama dalam pelatihan ini melibatkan 7 narasumber diantaranya Ida Pedanda Wayahan Wanasari, Ida Pedanda Istri Wayahan Wanasari, Ida Pandhita Dukuh Acharya Dhaksa, Drs. Cok Putra Wisnu Wardana, M.Si, I Nyoman Dayu S.Ag, M.Si, Prof. Dr I Made Surada, M.A, dan Ida Bagus Bhuda Yoga.
Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 23 hingga 25 April di Gedung Santi Graha Denpasar yang diikuti 80 orang dibuka secara resmi Kadis Kebudayaan Kota Denpasar Gusti Ngurah Bagus Mataram, Senin (23/4).
[pilihan-redaksi2]
Kadis Kebudayaan Denpasar Gusti Ngurah Bagus Mataram mewakili Plt. Walikota Denpasar I GN Jaya Negara mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman nilai-nilai filosofi upacara atau banten serta meningkatkan pemahaman filosofi dari upacara keagamaan yang ada di Bali.
Kadis Kebudayaan Denpasar Gusti Ngurah Bagus Mataram mewakili Plt. Walikota Denpasar I GN Jaya Negara mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman nilai-nilai filosofi upacara atau banten serta meningkatkan pemahaman filosofi dari upacara keagamaan yang ada di Bali.
Kegiatan ini menjadi agenda rutin Pemkot Denpasar yang melibatkan para pemangku dan serati banten yang tak terlepas dari tugas pemangku sebagai pemandu upacara yadnya di pura atau di rumah warga. Menurutnya kegiatan ini sangat tepat mengingat pemangku adalah sosok yang mengemban ajaran-ajaran dharma. Sehingga diharapkan mampu memberikan pencerahan kepada umat.
Hal yang sama juga menjadi peran bagi serati banten yang menjadi satu kesatuan dalam pelaksanaan upacara yadnya itu sendiri. Upacara pada dasarnya salah satu dari tiga kerangka agama Hindu, yakni Tattwa dan Susila . “Untuk itu saya merasa sangat bahagia terselenggaranya acara ini. kegiatan ini juga merupakan momentum para pemangku dalam menyamakan persepsi dan meningkatkan komunikasi menjalankan kewajiban sebagai pelayan masyarakat," ungkapnya. (bbn/rlsdps/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026