Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Nasib Penyadap Nira di Dawan, Tak Semanis Gula Merah Dawan
Jumat, 8 Juni 2018,
16:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Beritabali.com,Klungkung. Spiderman asal Dawan-Klungkung yang bernama Wayan Suka, berprofesi sebagai tukang kiris (penyadap air pohon kelapa/tuak). Kesehariannya menyadap air kelapa dua kali sehari yaitu pada pagi hari dan sore hari. Setiap naik menyadap nira ia tidak pernah menggunakan alat pengaman. Nira hasil sadapan tersebut selanjutnya diolah menjadi gula merah yang dikenal dengan gula Dawan.
[pilihan-redaksi]
Menurut Wayan Suka, ia sudah terbiasa memanjat tanpa alat pengaman dan itu juga selama ini dilakukan oleh pemanjat nira lainnya. Keahlian memanjat pohon kelapa didapatkan dari melihat kebiasaan orang tua yang sebelumnya juga sebagai penyadap nila.
Menurut Wayan Suka, ia sudah terbiasa memanjat tanpa alat pengaman dan itu juga selama ini dilakukan oleh pemanjat nira lainnya. Keahlian memanjat pohon kelapa didapatkan dari melihat kebiasaan orang tua yang sebelumnya juga sebagai penyadap nila.
"Cuma ada sembilan pohon yang harus disadap Niranya setiap hari, kalau pagi biasanya dapat satu pohon satu beruk (satu volume batok kelapa) nira" kata pemuda lajang ini ketika ditemui di ladang tempat menyadap di Dusun Kayehan, Kecamatan Dawan, Klungkung pada Kamis (7/6).
Wayan Suka yang kini tinggal hanya bersama sang ibu bertahan hidup dengan bekerja sebagai penyadap nira. Pohon kelapa yang selama ini menjadi disadap untuk menopang hidupnya juga milik tetangga.
[pilihan-redaksi2]
Wayan Suka hanya salah satu dari warga Dawan yang menggantungkan hidupnya dari bekerja sebagai penyadap nira. Jumlah penyadap nira terutama dari kalangan remaja di Dawan juga semakin menurun, karena lebih memilih bekerja ke Denpasar.
Wayan Suka hanya salah satu dari warga Dawan yang menggantungkan hidupnya dari bekerja sebagai penyadap nira. Jumlah penyadap nira terutama dari kalangan remaja di Dawan juga semakin menurun, karena lebih memilih bekerja ke Denpasar.
Sementara harga gula merah Dawan perkilogram saat ini rata rata mencapai di atas Rp. 20.000. Tingginya harga gula merah Dawan terjadi menyusul semakin jarangnya masyarakat yang memproduksi gula merah. Nilai uang diperoleh kemudian, pun juga tidak sebanding dengan risiko penyadap dalam melakukan aksinya.
Akibat tidak menggunakan alat pengaman, pencari Nira mempertaruhkan nyawanya untuk mempertahankan hidup. Sebagai catatan, dalam sebulan terakhir terdapat 2 orang meninggal karena jatuh dari pohon kelapa saat menyadap Nira. Namun demikian, toh mereka tetap menyadap walau hujan dan panas terik menyengat, hanya untuk menyambung hidup semata. (bbn/Mul)
Berita Klungkung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2806 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2031 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1976 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026