Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pementasan 1.800 Penari Rejang Sandat Ratu Segara Dipercaya Ada Pawisik
Sabtu, 11 Agustus 2018,
07:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com,Tabanan. Dalam pagelaran Tanah Lot Art and Food Festival (TLAFF), Bupati Tabanan Ni Putu EKa Wiryastuti akan mementaskan 1.800 penari Rejang Sandat Ratu Segara yang sifatnya sakral, magis dan misterius sebagai persembahan penuh ketulusan kepada Tuhan dalam manifestasi laut dan penguasanya. Pementasan ini dipercaya karena ada Pawisik.
[pilihan-redaksi]
Bupati Eka menjelaskan pementasan ini dipersembahkan kepada Ida Sang Hyang Widhi yang telah memberikan energi dan kehidupan kepada umat manusia dan tari ini sendiri bersifat magis dan misterius seperti sifat laut yang tidak bisa ditentukan dalamnya. Dipilihnya momen penyelenggaraan pada tanggal bulan dan tahun berjumlah 9, atau (18/08/2018) pukul 18.00 Wita, menurutnya karena jumlahnya semua menjadi angka 9. Angka 9 dinilai adalah angka yang sempurna.
Bupati Eka menjelaskan pementasan ini dipersembahkan kepada Ida Sang Hyang Widhi yang telah memberikan energi dan kehidupan kepada umat manusia dan tari ini sendiri bersifat magis dan misterius seperti sifat laut yang tidak bisa ditentukan dalamnya. Dipilihnya momen penyelenggaraan pada tanggal bulan dan tahun berjumlah 9, atau (18/08/2018) pukul 18.00 Wita, menurutnya karena jumlahnya semua menjadi angka 9. Angka 9 dinilai adalah angka yang sempurna.
“Penyelenggaraan ini juga karena ada pawisik,” jelasnya saat jumpa pers, Jumat (10/8) di Tabanan.
Tarian dengan jumlah 1.800 penari tersebut melibatkan sebagian besar pelajar SMA dan SMP di Tabanan. Peluncuran persembahan kolosal itu sekaligus menjadi ikon TLAFF yang mengusung tema 'Bhakti Pujaning Segara' yang berarti persembahan yang tulus kepada laut.
Bupati EKa menambahkan awalnya akan mementaskan 3.600 penari, tetapi karena keterbatasan tempat akhirnya disepakati hanya 1800 penari. Semua penari, lanjutnya adalah anak-anak SMA dan SMP dari sepuluh kecamatan yang ada di Tabanan. Ia menegaskan karena sifatnya yang sakral tarian ini harus ditarikan oleh penari yang tidak sedang menstruasi.
“Apabila nanti dari 1800 ada penari yang sedang kotor kain, kami sudah siapkan penari pengganti sebanyak 100 penari. Jadi semua penari harus bersih,” tegasnya.
Ia juga menjamin para penari mendapatkan asuransi. Apabila terjadi hal hal yang tidak diinginkan. “Saya yang bertanggung jawab penuh, dan mudah mudahan tidak terjadi apa apa dan pelaksanaanya berlangsung aman dan lancar,” tandasnya.
Untuk mensukseskan dan mempersiapkan kegiatan, pihaknya juga akan menggelar gladi bersih pada tanggal 15 Agustus 2018.
Sementara itu untuk Festival food juga akan menyuguhkan 10 barista terbaik Tabanan, yang akan menyajikan produk kopi Tabanan yang saat ini mulai memiliki nama besar di komunitas pencinta kopi sambil menikmati matahari terbenam.
Manager DTW Tanah Lot, Ketut Toya Adnyana mengatakan, festival tersebut diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatwan ke DTW Tanah Lot. "Dengan adanya festival ini, target kunjungan kami meningkat 60.000 selama festival berlangsung," katanya.
[pilihan-redaksi2]
Sementara terkait bencana alam gempa bumi dan gelombang tinggi, Toya Adnyana mengungkapkan, cenderung stabil dan tidak ada penurunan terhadap kunjungan wisatawan. Kendatipun demikian, saat gelombang tinggi pihaknya melakukan antisipasi dengan menutup akses wisatwan ke pantai.
Sementara terkait bencana alam gempa bumi dan gelombang tinggi, Toya Adnyana mengungkapkan, cenderung stabil dan tidak ada penurunan terhadap kunjungan wisatawan. Kendatipun demikian, saat gelombang tinggi pihaknya melakukan antisipasi dengan menutup akses wisatwan ke pantai.
"Saat gelombang naik, pintu-pintu menuju pantai kita tutup dan seluruh lifeguard kita kerahkan. Karena keamanan pengunjung yang paling penting," tandasnya.
TLAFF kali ini merupakan gelaran yang kedua kalinya. Ajang festival seni budaya dan kuliner tersebut akan digelar dari tanggal 18 hingga 20 Agustus 2018. TLAFF merupakan ajang promosi pariwisata untuk meningkatakan jumlah kunjungan wisatawan. Selain itu juga untuk lebih mengenalkan Tanah Lot sebagai destinasi wisata dunia yang religius dan menawan. (bbn/nod/rob)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026