Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Cegah Anjing Liar, Pemkot Kembali Gelar Sterilisasi Gratis
Jumat, 31 Agustus 2018,
15:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Dinas Pertanian Kota Denpasar bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Udayana, Yayasan BAWA (Bali Animal Welfare Association) dan Komunitas Dharma Sanur kembali melakukan vaksinasi, sterilisasi dan kastrasi gratis terhadap anjing dan kucing, di Pasar Sindu Sanur pada Jumat (31/8).
[pilihan-redaksi]
Sterilisasi adalah mengangkat organ reproduksi anjing betina (atau disebut juga kastrasi pada pengangkatan testikel anjing jantan). Kegiatan yang digelar sejak pagi disambut antusias warga yang berbondong-bondong membawa anjing dan kucingnya datang langsung ke Pasar Sindu.
Sterilisasi adalah mengangkat organ reproduksi anjing betina (atau disebut juga kastrasi pada pengangkatan testikel anjing jantan). Kegiatan yang digelar sejak pagi disambut antusias warga yang berbondong-bondong membawa anjing dan kucingnya datang langsung ke Pasar Sindu.
Kadis Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra bersama Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, Dayu Martini mengatakan, kegiatan vaksinasi rabies gratis ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap tahunnya. Namun kali ini kegiatan vaksinasi rabies ini ditambah dengan sterilisasi dan kastrasi yang dikhususkan pada Hewan Penular Rabies (HPR) lokal yakni anjing.
Kata Ambara , di Denpasar saat ini populasi anjing lokal lebih banyak dibandingkan anjing RAS, dimana terdata tahun 2017 estimasi populasi anjing mencapai angka 96.791 ekor. Dari data populasi anjing tersebut, sebanyak 54.894 ekor telah di vaksinasi di dalam rumah maupun di luar rumah. Untuk itu, Dinas Pertanian Kota Denpasar mengkhususkan sterilisasi dan kastrasi pada anjing, sebab dari angka tersebut banyak yang merupakan anjing liar.
“Dengan banyaknya populasi tersebut makanya kami mengadakan sterilisasi dan kastrasi gratis untuk mengendalikan populasi hewan tersebut, karena banyak masyarakat yang masih membuang anjing maupun kucing di jalanan, terutama lokal. Diharapkan masyarakat sadar diri dan tidak lagi membuang anjing maupun kucing lokal ke jalanan lagi, jika ada yang membuang maupun menemukan anak anjing dan kucing liar di wilayah Denpasar tolong bisa langsung dilaporkan ke kami di Dinas Pertanian Kota Denpasar, kami akan menindak lanjutinya,” ungkapnya.
Tim Koordinator Komunitas Dharma Sanur, Drh. Made Indrayadnya Suarayana, melalui program Dharma Sanur yang merupakan pilot project bagaimana cara pengendalian rabies berbasis Desa. Pihaknya mengaku telah melaksanakan sensus ke rumah-rumah untuk mencari permasalahan yang dialami masyarakat tentang hewan peliharaan dan mencari solusi bersama.
[pilihan-redaksi2]
Melalui kegiatan ini tentunya kami berharap dapat menekan populasi anjing liar serta dapat memberikan edukasi tentang merawat anjing dengan baik. “Setelah kami mencari informasi ke masyarakat, kami mengadakan kegiatan ini agar masyarakat paham dan mengerti cara merawat anjing. Tentunya melalui sterilisasi ini juga kami upayakan agar masyarakat tidak membuang anak anjing ke jalan yang nantinya bisa menganggu kenyamanan masyarakat karena anjingnya tidak terurus,”harapnya.
Melalui kegiatan ini tentunya kami berharap dapat menekan populasi anjing liar serta dapat memberikan edukasi tentang merawat anjing dengan baik. “Setelah kami mencari informasi ke masyarakat, kami mengadakan kegiatan ini agar masyarakat paham dan mengerti cara merawat anjing. Tentunya melalui sterilisasi ini juga kami upayakan agar masyarakat tidak membuang anak anjing ke jalan yang nantinya bisa menganggu kenyamanan masyarakat karena anjingnya tidak terurus,”harapnya.
Sementara salah satu warga AA. Mutiara, yang mensterilkan anjing peliharaanya mengaku sangat terbantu dengan adanya vaksinasi dan sterilisasi tersebut. Karena biaya untuk sterilisasi hewan peliharaan saat ini cukup mahal. “Saya melakukan sterilisasi ini untuk menjaga anjing saya tetap sehat dan tentunya dapat menekan populasi. Dan saya juga mengharapkan kepada masyarakat agar tidak membuang anjing lagi ke jalanan terutama anjing lokal, jika tidak mau memiliki memelihara anak-anak anjing lebih baik anjingnya disterilkan dari pada dibuang ke jalanan,” ujarnya. (bbn/rlsdps/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2268 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026