Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Filosofi Pura Masceti Gunung Sari, Jika Sudah Makmur Akan Gampang Dalam Berkesenian
Minggu, 30 September 2018,
23:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Beritabali.com,Gianyar. Bendesa Adat peliatan Ketut Sandi menyatakan jika rangkaian upacara piodalan di Pura Masceti Gunung Sari ini dilaksanakan karena Pura telah melewati pemugaran di beberapa pelinggih. Ia melanjutkan upacara serupa pernah dilaksanakan 20 tahun yang lalu, tepatnya Januari 1998.
[pilihan-redaksi]
“Mengingat sekarang dewasa ayu, dan bertepatan juga dengan pasca pemugaran pura, maka kami memandang perlu dilaksanakan upacara ini,” jelasnya.
“Mengingat sekarang dewasa ayu, dan bertepatan juga dengan pasca pemugaran pura, maka kami memandang perlu dilaksanakan upacara ini,” jelasnya.
Pura ini menurutnya merupakan representasi dari Gunung dan Laut (Masceti Gunung), sehingga disungsung oleh krama subak setempat untuk mohon kemakmuran. Selain itu, Pura Masceti Gunung Sari merupakan tempat berstana Dewa Panji yaitu Dewa Kesenian.
“Filosofinya adalah jika kita sudah subur dan makmur, maka akan gampang dalam berkesenian,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) juga turut menghadiri dan melakukan persembahyangan di Pura Masceti Gunung Sari, Ubud, Gianyar serangkaian upacara Mupuk Pedagingan, Tawur Pedanan, Ngenteg Linggih dan Medudusan Agung, Minggu (30/9).
Dalam kesempatan itu, Cok Ace yang disambut Bendesa Adat Peliatan, I Ketut Sandi serta tokoh-tokoh masyarakat setempat mengapresiasi semangat warga yang masih terus berupaya mempertahankan agama, adat dan tradisi Bali.
Pura Masceti Gunung Sari ini juga dikenal sebagai tempat pemujaan untuk kesuburan yang disungsung oleh krama subak sekitar, sehingga Cok Ace berharap, kemakmuran tidak hanya untuk masyarakat Peliatan, tapi juga untuk warga Gianyar dan Bali secara keseluruhan. Selain itu Pura ini juga merupakan tempat berstana Dewa Panji sebagai Dewa Kesenian.
“Sebagai manifestasi dari kesuburan dan kesenian, saya harap melalui piodalan ini bisa melestarikan bidang agraris serta kesenian yang tentu saja berujung pada upaya kita untuk mempertahankan sektor pariwisata sebagai ujung tombak perekonomian Bali,” ujarnya.
[pilihan-redaksi2]
Selain itu, Ia juga menyatakan bahwa upacara yadnya merupakan salah satu bentuk dari Tri Rna, yaitu wujud bakti terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Jadi krama subak melaksanakan upacara yadnya ini sebagai bentuk syukur terhadap paican Ida Bhatara.
Selain itu, Ia juga menyatakan bahwa upacara yadnya merupakan salah satu bentuk dari Tri Rna, yaitu wujud bakti terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Jadi krama subak melaksanakan upacara yadnya ini sebagai bentuk syukur terhadap paican Ida Bhatara.
“Ini merupakan bentuk rasa syukur kita sebagai krama Bali sekaligus upaya pelestarian kebudayaan untuk sektor pariwisata juga,” imbuhnya.
Selain melakukan persembahyangan, Cok Ace juga berkesempatan menghaturkan dana punia dan menandatangani prasasti pura.
Setelahnya, Wagub Cok Ace juga berkesempatan menghadiri Karya agung mamungkah, ngenteg linggih, segara kertih, tawur agung, mapedanan lan ngusaba desa, ngusaba nini ring pura desa, Desa Pakraman Ketewel, Gianyar. Upacara ini biasanya dilaksanakan 15 tahun sekali dan melibatkan sekitar 11 banjar dan 1.500 kk di Ketewel, Gianyar. Puncak piodalan yang jatuh pada tanggal 2 oktober mendatang didanai dari dana LPD setempat. (bbn/rlspemprov/rob)
Berita Gianyar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5915 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4636 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2601 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2255 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026