Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Rumusan dan Konsep Sains Untuk Pembangunan Berkesinambungan
Kamis, 18 Oktober 2018,
16:35 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com,Badung. Pembangunan secara berkesinambungan di berbagai aspek kehidupan semakin digalakkan seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi era 4.0. Oleh karena itu diperlukan berbagai inovasi yang mampu menjadi alternatif pemecahan beragam permasalahan sosial dari disiplin ilmu terkait, baik bidang sains maupun sosial.
[pilihan-redaksi]
Sehingga pembangunan berkelanjutan perlu mendapatkan perhatian lebih dengan menghadirkan penelitian terkini berbasis pembangunan masyarakat dari akademisi sehingga masyarakat dapat memanfaatkan secara optimal. Hal ini dikatakan Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya saat membuka secara resmi International Joint Conference On Science and Technology (IJCST) di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Kamis (18/10).
Sehingga pembangunan berkelanjutan perlu mendapatkan perhatian lebih dengan menghadirkan penelitian terkini berbasis pembangunan masyarakat dari akademisi sehingga masyarakat dapat memanfaatkan secara optimal. Hal ini dikatakan Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya saat membuka secara resmi International Joint Conference On Science and Technology (IJCST) di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Kamis (18/10).
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Koster menyampaikan selamat datang kepada para peserta yang datang dari berbagai negara. Menurut Koster, merupakan suatu kehormatan bagi Pemerintah Daerah dan masyarakat Bali, karena Bali kembali dijadikan sebagai tempat konferensi bertaraf internasional.
"Kehadiran Bapak/Ibu di Bali turut memberi kontribusi bagi pembangunan perekonomian di Bali," ucapnya.
Lebih lanjut Koster mengatakan, Bali merupakan pulau kecil dengan luas wilayah 5.636,66 km2, terdiri dari 9 kabupaten/kota, 57 kecamatan, 716 desa/kelurahan, dan 1.493 desa adat, dengan jumlah penduduk 4,2 juta jiwa. Bali memiliki lebih dari 5.000 Pura sehingga dikenal sebagai pulau seribu Pura.
"Karateristik yang lain, Bali dikenal sebagai pulau yang unik karena memiliki alam, manusia, dan budaya yang menyatu dalam satu kesatuan tatanan kehidupan, yang terus hidup di tengah-tengah masyarakat dalam dinamika perubahan global," ujarnya.
Kedepan, dikatakan Koster pembangunan Bali akan fokus dengan memprioritaskan konservasi alam, manusia, dan budaya sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang artinya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan masyarakat Bali yang sejahtera dan bahagia secara sakala dan niskala.
Oleh karena itu, orientasi, arah kebijakan dan program pembangunan Bali ke depan akan ditata kembali yang diselenggarakan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi, dengan pendekatan dari hulu sampai ke hilir, dalam satu kesatuan wilayah Bali yang berpihak dan taat asas pada Genuine Bali.
Untuk itu Gubernur Koster berharap, konferensi ini dapat menghasilkan berbagai rumusan dan konsep pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk mendukung pemberdayaan komunitas masyarakat.
[pilihan-redaksi2]
"Tentu saja, rumusan dan konsep pembangunan yang dihasilkan secara nyata akan dapat diimplementasikan oleh pemerintah termasuk pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pembangunan demi kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan. Oleh karena itu, sebagai Gubernur Bali sekaligus mewakili masyarakat Bali, Saya menyambut baik penyelenggaraan konferensi ini," pungkasnya.
"Tentu saja, rumusan dan konsep pembangunan yang dihasilkan secara nyata akan dapat diimplementasikan oleh pemerintah termasuk pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pembangunan demi kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan. Oleh karena itu, sebagai Gubernur Bali sekaligus mewakili masyarakat Bali, Saya menyambut baik penyelenggaraan konferensi ini," pungkasnya.
IJCST sendiri merupakan konferensi tahunan dengan penyelenggaraan berbasis konsorsium perguruan tinggi di Indonesia sejak tahun 2016. Konferensi ini merupakan platform internasional bagi ilmuwan, peneliti, praktisi, dan pemerintah untuk mendiskusikan penelitian dan praktik interdisipliner yang berfokus pada tema "Social, Science, Humanities and Education for Sustainable Development to Support Community Empowerment". (bbn/rlspemprov/rob)
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5920 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026