Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Yadnya Tertinggi dilandasi Semangat Gotong-Royong dan Ketulusan Hati Warga
Rabu, 21 November 2018,
12:40 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Wakil Bupati Tabanan DR. I Komang Gede Sanjaya menegaskan bahwa Upacara Pitra Yadnya (Ngaben Masal) adalah yadnya yang dilandasi oleh semangat gotong-royong, kekompakkan dan ketulusan hati masyarakat. Tanpa kekompakkan, ketulusan hati dan gotong-royong, akan sulit mewujudkan Karya yang Satwika.
“Semoga apa yang telah dibangun oleh krama disini yang berdasarkan tulus ikhlas atau lascarya dan gotong-royong, dipuput oleh Sulinggih dan disaksikan oleh Murdaning Jagat (Kepala Daerah), itulah yang namanya Yadnya yang Satwika yakni Yadnya Tertinggi” tegas Wabup yang akrab disapa Pak Komang Sanjaya saat memberikan sambutan di hadapan para warga Payangan Medi, Payangan, Marga, Rabu (21/11).
Wabup Sanjaya juga mengapresiasi apa yang telah diperlihatkan oleh masyarakat Payangan Medi. Dikatakannya bahwa sekarang, masyarakat sudah semakin sadar akan pentingnya melaksanakan Yadnya melalui massal atau kebersamaan, apalagi Ngaben Massal saat ini sudah disematkan dalam perarem atau awig-awig Banjar di Tabanan.
“Bayangkan kalau Ngaben kita lakukan sendiri akan menghabiskan kurang lebih puluhan bahkan ratusan juta. Sekarang dilakukan bersama sudah tentu sangat meringankan beban masyarakat, artinya dengan uang Rp. 4 juta kita sudah bisa melaksanakan Yadnya ini,” katanya.
“Maka dari itu saya merasa sangat bersyukur dan bangga melihat masyarakat bersatu dan kompak mendukung program Pemerintah. Kedepan bagaimana caranya kita harus tetap kompak dan bersatu guna mewujudkan pembangunan di masyarakat”, sambungnya.
Sebelumnya Panitia Acara I Wayan Sugiarta menjelaskan bahwa Pengabenan Massal ini diikuti oleh 68 sawa atau arwah, yakni 60 sawa Dewasa dan 8 sawa non dewasa atau Ngelungah. Puncak acara dilangsungkan pada 23 november 2018 mendatang di Setra Adat setempat.
Dijelaskannya juga bahwa masing-masing sawa dewasa dikenai biaya Rp. 4 juta dan ngelungah Rp 300 ribu, dan penghabisan total untuk kegiatan ini adalah kurang lebih Rp.300 juta. Juga dikatakannya nanti dirangkaikan dengan Upacara metatah yang diikuti oleh 9 orang warga Payangan Medi.
Pada kesempatan tersebut, Wabup Sanjaya didampingi oleh Anggota DPR RI I Made Urip, salah-satu anggota DPRD Tabanan I Wayan Sudiana, Camat Marga dan Perbekel setempat, menyempatkan diri mendoakan semua arwah yang akan diaben 23 nopember mendatang.
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: Kominfo NTB
Berita Terpopuler
01
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4524 Kali
02
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2340 Kali
03
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1986 Kali
04
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1604 Kali
05
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1046 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026