Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Tabuh Pisan Bebarongan dan Tari Jauk Longor Hibur Pengunjung Denfest 2018
Jumat, 28 Desember 2018,
21:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Pengunjung Denpasar Festival (Denfest) 2018 menikmati pertunjukan Tabuh Pisan Bebarongan dan Tari Jauk Longor yang dihadirkan Sekaa Wira Dharma Kesatria di Lapangan Puputan Badung Gusti Ngurah Made Agung saat Pembukaan Denfest 2018, Jumat (28/12).
[pilihan-redaksi]
Kendatipun baru terbentuk belum lama ini, Sekaa Wira Dharma Kesatria nampak lugas dan percaya diri dalam menampilkan setiap tetabuhan mengiringi beragam pertunjukan pada ajang Denpasar Festival 2018 ini. Ketua Sekaa Wira Dharma Kesatria Made Jaya Subandi mengatakan, Sekaa ini baru terbentuk namun sudah mendapat kepercayaan untuk memeriahkan Denpasar Festival 2018.
Kendatipun baru terbentuk belum lama ini, Sekaa Wira Dharma Kesatria nampak lugas dan percaya diri dalam menampilkan setiap tetabuhan mengiringi beragam pertunjukan pada ajang Denpasar Festival 2018 ini. Ketua Sekaa Wira Dharma Kesatria Made Jaya Subandi mengatakan, Sekaa ini baru terbentuk namun sudah mendapat kepercayaan untuk memeriahkan Denpasar Festival 2018.
"Kami sangat bersyukur karena dari ajang ini bisa memperkenalkan kebudayaan Bali kepada generasi muda," ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan tabuh Pisan Bebarongan dan Tari Jauk Longor itu perlu diperkenalkan karena mengandung makna yang sangat luar biasa. Dimana sebuah tabuh yang masih terikat dengan jajar pageh seperti pengawit, pengawak, dan pengecet. Sama seperti namanya dalam setiap akhir melodinya selalu diakhiri dengan pukulan jegog pukulan kemong dan sekali pukulan gong di setiap baris melodi paling terakhir.
Sedangkan Tari Jauk Longor merupakan sebuah tarian yang menggambarkan kegagahan raja raksasa yang agung, keras dan berwibawa untuk melindungi dan melestarikan kehidupan di dalam hutan. Dalam tari Jauk Longor ruang gerak internal dan eksternal ditekankan pada gerakan jari tangan gegirahan. Gegirahan itu sendiri mengandung makna Denawa Wregsa.
"Oleh sebab itu tari dan tabuh ini perlu diperkanalkan khususnya kepada pengunjung Denpasar Festival," Ujarnya.
[pilihan-redaksi2]
Dengan dipercaya mengisi acara Denfest 2018 pihakya berharap dapat menghibur dan memberikan nilai positif kepada pengunjung serta dapat melestarikan kebudayaan Bali. Ia juga berharap bisa diberikan kepercayaan lagi untuk bisa tampil dan berharap bisa menampilkan yang terbaik.
Dengan dipercaya mengisi acara Denfest 2018 pihakya berharap dapat menghibur dan memberikan nilai positif kepada pengunjung serta dapat melestarikan kebudayaan Bali. Ia juga berharap bisa diberikan kepercayaan lagi untuk bisa tampil dan berharap bisa menampilkan yang terbaik.
Salah Satu Pengunjung Gede Adi Puja mengaku terhibur dengan pertunjukan Tabuh Pisan Bebarongan dan Tari Jauk Longor yang dibawakan Sekaa Wira Dharma Kesatria. Menurutnya selain menghibur pertunjukan ini juga sebagai wujud melestarikan kebudayaan Bali. "Semoga kedepan semakin banyak anak-anak muda mau melestarikan kebudayaan Bali," harapnya. (bbn/humasdenpasar/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5977 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4665 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026