Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Dianggap Untuk Kecantikan, Asuransi di Indonesia Belum Berani "Cover" Biaya Operasi Bariatrik
Kamis, 24 Januari 2019,
09:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Perusahaan asuransi swasta atau pemerintah hingga saat ini belum ada yang mampu membiayai operasi bariatrik di Indonesia karena masih mengangap bahwa operasi tersebut merupakan operasi untuk kecantikan atau kosmetik saja.
"Memang, belum ada asuransi mengcover operasi bariatrik di Indonesia ini karena, sebagian besar beranggapan operasi bariatrik operasi kecantikan dari sebelumnya yang mengalami kegemukan," ungkap Ketua Himpunan Bedah Endo-laporoskopik Indonesia, Dr. Errawan Wiradisuria, SpB-KBD, M.Kes, Rabu,(23/1) di Renon, Denpasar.
Padahal, kata dia kegemukan seperti di luar negeri, bahkan lembaga kesehatan dunia (WHO) sudah menganggap kegemukan adalah penyakit karena dalam kegemukan berpotensi terserang berbagai macam penyakit.
"Operasi bariatric masih diangap operasi untuk kecantikan padahal jika dilihat ada beberapa penyakit dalam kegemukan. Seperti mulai dari, tekanan darah tinggi, kebanyakan lemak, empedu, ngorok, kelainan jantung dan paru.
Oleh karena itu, menurutnya kegemukan tergolong sebagai penyakit sehingga di luar negeri sudah dimasukkan dalam jangkauan yang dibiayai oleh asuransi. Jika dilihat saat ini belum ada asuransi yang mampu mengcover operasi bariatrik, termasuk BPJS.
"Mungkin dicover BPJS masih terlalu jauh, karena melihat BPJS saat ini sudah mulai merampingkan dengan mengklaim ada beberapa penyakit yang tidak dicover. Jangankan mengcover, kasus obat saja sudah mulai dikurangi saat ini oleh BPJS," tandasnya.
Dalam kaitan dengan hal tersebut, pihaknya akan mencoba mempublikasikan kepada asuransi swasta sehingga diharapkan asuransi swasta dapat mengerti dan bisa menerima hal ini merupakan penyakit, atau dengan kata lain, agar dapat mengcover agar dapat melakukan operasi tersebut.
Dilanjutkan, selain belum ada pembiayaan dari asuransi, peralatan yang digunakan yakni salah satunya alat potong dalam proses operasi juga mahal. Sebagai contoh, ia menyebutkan, untuk satu lambung dalam proses operasi kira-kira membutuhkan enam alat potong dengan harga 24 juta per alat potongnya.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4641 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026