Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Dianggap Untuk Kecantikan, Asuransi di Indonesia Belum Berani "Cover" Biaya Operasi Bariatrik
Kamis, 24 Januari 2019,
09:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Perusahaan asuransi swasta atau pemerintah hingga saat ini belum ada yang mampu membiayai operasi bariatrik di Indonesia karena masih mengangap bahwa operasi tersebut merupakan operasi untuk kecantikan atau kosmetik saja.
"Memang, belum ada asuransi mengcover operasi bariatrik di Indonesia ini karena, sebagian besar beranggapan operasi bariatrik operasi kecantikan dari sebelumnya yang mengalami kegemukan," ungkap Ketua Himpunan Bedah Endo-laporoskopik Indonesia, Dr. Errawan Wiradisuria, SpB-KBD, M.Kes, Rabu,(23/1) di Renon, Denpasar.
Padahal, kata dia kegemukan seperti di luar negeri, bahkan lembaga kesehatan dunia (WHO) sudah menganggap kegemukan adalah penyakit karena dalam kegemukan berpotensi terserang berbagai macam penyakit.
"Operasi bariatric masih diangap operasi untuk kecantikan padahal jika dilihat ada beberapa penyakit dalam kegemukan. Seperti mulai dari, tekanan darah tinggi, kebanyakan lemak, empedu, ngorok, kelainan jantung dan paru.
Oleh karena itu, menurutnya kegemukan tergolong sebagai penyakit sehingga di luar negeri sudah dimasukkan dalam jangkauan yang dibiayai oleh asuransi. Jika dilihat saat ini belum ada asuransi yang mampu mengcover operasi bariatrik, termasuk BPJS.
"Mungkin dicover BPJS masih terlalu jauh, karena melihat BPJS saat ini sudah mulai merampingkan dengan mengklaim ada beberapa penyakit yang tidak dicover. Jangankan mengcover, kasus obat saja sudah mulai dikurangi saat ini oleh BPJS," tandasnya.
Dalam kaitan dengan hal tersebut, pihaknya akan mencoba mempublikasikan kepada asuransi swasta sehingga diharapkan asuransi swasta dapat mengerti dan bisa menerima hal ini merupakan penyakit, atau dengan kata lain, agar dapat mengcover agar dapat melakukan operasi tersebut.
Dilanjutkan, selain belum ada pembiayaan dari asuransi, peralatan yang digunakan yakni salah satunya alat potong dalam proses operasi juga mahal. Sebagai contoh, ia menyebutkan, untuk satu lambung dalam proses operasi kira-kira membutuhkan enam alat potong dengan harga 24 juta per alat potongnya.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2807 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2031 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1977 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026