Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 April 2026
Dianggap Untuk Kecantikan, Asuransi di Indonesia Belum Berani "Cover" Biaya Operasi Bariatrik
Kamis, 24 Januari 2019,
09:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Perusahaan asuransi swasta atau pemerintah hingga saat ini belum ada yang mampu membiayai operasi bariatrik di Indonesia karena masih mengangap bahwa operasi tersebut merupakan operasi untuk kecantikan atau kosmetik saja.
"Memang, belum ada asuransi mengcover operasi bariatrik di Indonesia ini karena, sebagian besar beranggapan operasi bariatrik operasi kecantikan dari sebelumnya yang mengalami kegemukan," ungkap Ketua Himpunan Bedah Endo-laporoskopik Indonesia, Dr. Errawan Wiradisuria, SpB-KBD, M.Kes, Rabu,(23/1) di Renon, Denpasar.
Padahal, kata dia kegemukan seperti di luar negeri, bahkan lembaga kesehatan dunia (WHO) sudah menganggap kegemukan adalah penyakit karena dalam kegemukan berpotensi terserang berbagai macam penyakit.
"Operasi bariatric masih diangap operasi untuk kecantikan padahal jika dilihat ada beberapa penyakit dalam kegemukan. Seperti mulai dari, tekanan darah tinggi, kebanyakan lemak, empedu, ngorok, kelainan jantung dan paru.
Oleh karena itu, menurutnya kegemukan tergolong sebagai penyakit sehingga di luar negeri sudah dimasukkan dalam jangkauan yang dibiayai oleh asuransi. Jika dilihat saat ini belum ada asuransi yang mampu mengcover operasi bariatrik, termasuk BPJS.
"Mungkin dicover BPJS masih terlalu jauh, karena melihat BPJS saat ini sudah mulai merampingkan dengan mengklaim ada beberapa penyakit yang tidak dicover. Jangankan mengcover, kasus obat saja sudah mulai dikurangi saat ini oleh BPJS," tandasnya.
Dalam kaitan dengan hal tersebut, pihaknya akan mencoba mempublikasikan kepada asuransi swasta sehingga diharapkan asuransi swasta dapat mengerti dan bisa menerima hal ini merupakan penyakit, atau dengan kata lain, agar dapat mengcover agar dapat melakukan operasi tersebut.
Dilanjutkan, selain belum ada pembiayaan dari asuransi, peralatan yang digunakan yakni salah satunya alat potong dalam proses operasi juga mahal. Sebagai contoh, ia menyebutkan, untuk satu lambung dalam proses operasi kira-kira membutuhkan enam alat potong dengan harga 24 juta per alat potongnya.
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3766 Kali
02
03
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1706 Kali
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026