Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 12 September 2026
Dianggap Untuk Kecantikan, Asuransi di Indonesia Belum Berani "Cover" Biaya Operasi Bariatrik
Kamis, 24 Januari 2019,
09:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Perusahaan asuransi swasta atau pemerintah hingga saat ini belum ada yang mampu membiayai operasi bariatrik di Indonesia karena masih mengangap bahwa operasi tersebut merupakan operasi untuk kecantikan atau kosmetik saja.
"Memang, belum ada asuransi mengcover operasi bariatrik di Indonesia ini karena, sebagian besar beranggapan operasi bariatrik operasi kecantikan dari sebelumnya yang mengalami kegemukan," ungkap Ketua Himpunan Bedah Endo-laporoskopik Indonesia, Dr. Errawan Wiradisuria, SpB-KBD, M.Kes, Rabu,(23/1) di Renon, Denpasar.
Padahal, kata dia kegemukan seperti di luar negeri, bahkan lembaga kesehatan dunia (WHO) sudah menganggap kegemukan adalah penyakit karena dalam kegemukan berpotensi terserang berbagai macam penyakit.
"Operasi bariatric masih diangap operasi untuk kecantikan padahal jika dilihat ada beberapa penyakit dalam kegemukan. Seperti mulai dari, tekanan darah tinggi, kebanyakan lemak, empedu, ngorok, kelainan jantung dan paru.
Oleh karena itu, menurutnya kegemukan tergolong sebagai penyakit sehingga di luar negeri sudah dimasukkan dalam jangkauan yang dibiayai oleh asuransi. Jika dilihat saat ini belum ada asuransi yang mampu mengcover operasi bariatrik, termasuk BPJS.
"Mungkin dicover BPJS masih terlalu jauh, karena melihat BPJS saat ini sudah mulai merampingkan dengan mengklaim ada beberapa penyakit yang tidak dicover. Jangankan mengcover, kasus obat saja sudah mulai dikurangi saat ini oleh BPJS," tandasnya.
Dalam kaitan dengan hal tersebut, pihaknya akan mencoba mempublikasikan kepada asuransi swasta sehingga diharapkan asuransi swasta dapat mengerti dan bisa menerima hal ini merupakan penyakit, atau dengan kata lain, agar dapat mengcover agar dapat melakukan operasi tersebut.
Dilanjutkan, selain belum ada pembiayaan dari asuransi, peralatan yang digunakan yakni salah satunya alat potong dalam proses operasi juga mahal. Sebagai contoh, ia menyebutkan, untuk satu lambung dalam proses operasi kira-kira membutuhkan enam alat potong dengan harga 24 juta per alat potongnya.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3324 Kali
02
03
04
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
05
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026