Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 3 November 2026
Usulan WBD Jatiluwih Dicabut, Prof Windia Desak Pemkab Tabanan Penuhi Janji ke UNESCO
Jumat, 10 Mei 2019,
12:23 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Prof Dr Ir I Wayan Windia SU mendesak pemerintah kabupaten Tabanan (Pemkab) Tabanan untuk mematuhi janji-janjinya ke UNESCO yakni Pembentukan Badan Pengelola Warisan Budaya Dunia sebagai upaya titik tengah untuk membatalkan usulan dicabutnya status subak di Jatiluwih sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD).
[pilihan-redaksi]
Selain itu, ia juga menuntut pelaksanaan lima langkah prioritas yang harus diterapkan dimana salah satunya adalah kegiatan pariwisata yang terkendali.
Selain itu, ia juga menuntut pelaksanaan lima langkah prioritas yang harus diterapkan dimana salah satunya adalah kegiatan pariwisata yang terkendali.
"Sebagian besar usulan saya sudah saya sampaikan ke Pemkab Tabanan dan isunya sudah saya sampaikan ke Kemenko PMK. Saya juga sempat ditelpon asistennya. Dan Gubernur memang sudah menyarankan saya untuk mencari titik tengah. Tapi biar saja bergulir dulu agar ada atensi," ungkapnya.
Sebelumnya Ketua Pusat Penelitian Subak Universitas Udayana (Unud) itu diundang mengikuti Konferensi Air Internasional 2019 oleh United Nation, Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO). Acara “UNESCO International Water Conference 2019” ini akan digelar selama dua hari yakni 13 dan 14 Mei mendatang di Kota Paris, Prancis.
Dalam acara tersebut, disamping mempresentasikan subak sebagai sistem irigasi khas di Bali, Prof Windia tergerak untuk mengusulkan agar status subak sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD) dicabut oleh UNESCO. Khususnya subak di Jatiluwih, Tabanan.
Usulan status WBD subak agar dicabut karena Prof. Windia melihat kondisinya saat ini sudah sangat memprihatinkan. Terlebih, kata dia, pemerintah khususnya Kabupaten Tabanan tak menepati janjinya kepada UNESCO seperti saat pertama kali subak diusulkan menjadi WBD.
[pilihan-redaksi2]
“Jadi kita mengusulkan sebagai WBD itu kan dengan berat. Sejak 12 tahun sebelumnya telah diusulkan, dan baru disetujui UNESCO. Dan saat kita usulkan itu harus ada Badan Pengelola Warisan Budaya Dunia di subak itu,” terang Prof. Windia seperti dikutip dalam akun media sosial Denpasar Viral.
“Jadi kita mengusulkan sebagai WBD itu kan dengan berat. Sejak 12 tahun sebelumnya telah diusulkan, dan baru disetujui UNESCO. Dan saat kita usulkan itu harus ada Badan Pengelola Warisan Budaya Dunia di subak itu,” terang Prof. Windia seperti dikutip dalam akun media sosial Denpasar Viral.
Sementara, Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti sangat menyayangkan pernyataan yang dianggapnya sepihak. Dia mengajaknya untuk duduk bersama dan membicarakannya dengan baik.
"Mari menjaga bersama dan mengawasi bersama. Tapi kalau hanya bicara di media tentunya bukan solusi namanya," tandasnya. (bbn/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
02
03
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 561 Kali
04
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 431 Kali
05
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 427 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026