Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 19 September 2026
Usulan WBD Jatiluwih Dicabut, Prof Windia Desak Pemkab Tabanan Penuhi Janji ke UNESCO
Jumat, 10 Mei 2019,
12:23 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Prof Dr Ir I Wayan Windia SU mendesak pemerintah kabupaten Tabanan (Pemkab) Tabanan untuk mematuhi janji-janjinya ke UNESCO yakni Pembentukan Badan Pengelola Warisan Budaya Dunia sebagai upaya titik tengah untuk membatalkan usulan dicabutnya status subak di Jatiluwih sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD).
[pilihan-redaksi]
Selain itu, ia juga menuntut pelaksanaan lima langkah prioritas yang harus diterapkan dimana salah satunya adalah kegiatan pariwisata yang terkendali.
Selain itu, ia juga menuntut pelaksanaan lima langkah prioritas yang harus diterapkan dimana salah satunya adalah kegiatan pariwisata yang terkendali.
"Sebagian besar usulan saya sudah saya sampaikan ke Pemkab Tabanan dan isunya sudah saya sampaikan ke Kemenko PMK. Saya juga sempat ditelpon asistennya. Dan Gubernur memang sudah menyarankan saya untuk mencari titik tengah. Tapi biar saja bergulir dulu agar ada atensi," ungkapnya.
Sebelumnya Ketua Pusat Penelitian Subak Universitas Udayana (Unud) itu diundang mengikuti Konferensi Air Internasional 2019 oleh United Nation, Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO). Acara “UNESCO International Water Conference 2019” ini akan digelar selama dua hari yakni 13 dan 14 Mei mendatang di Kota Paris, Prancis.
Dalam acara tersebut, disamping mempresentasikan subak sebagai sistem irigasi khas di Bali, Prof Windia tergerak untuk mengusulkan agar status subak sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD) dicabut oleh UNESCO. Khususnya subak di Jatiluwih, Tabanan.
Usulan status WBD subak agar dicabut karena Prof. Windia melihat kondisinya saat ini sudah sangat memprihatinkan. Terlebih, kata dia, pemerintah khususnya Kabupaten Tabanan tak menepati janjinya kepada UNESCO seperti saat pertama kali subak diusulkan menjadi WBD.
[pilihan-redaksi2]
“Jadi kita mengusulkan sebagai WBD itu kan dengan berat. Sejak 12 tahun sebelumnya telah diusulkan, dan baru disetujui UNESCO. Dan saat kita usulkan itu harus ada Badan Pengelola Warisan Budaya Dunia di subak itu,” terang Prof. Windia seperti dikutip dalam akun media sosial Denpasar Viral.
“Jadi kita mengusulkan sebagai WBD itu kan dengan berat. Sejak 12 tahun sebelumnya telah diusulkan, dan baru disetujui UNESCO. Dan saat kita usulkan itu harus ada Badan Pengelola Warisan Budaya Dunia di subak itu,” terang Prof. Windia seperti dikutip dalam akun media sosial Denpasar Viral.
Sementara, Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti sangat menyayangkan pernyataan yang dianggapnya sepihak. Dia mengajaknya untuk duduk bersama dan membicarakannya dengan baik.
"Mari menjaga bersama dan mengawasi bersama. Tapi kalau hanya bicara di media tentunya bukan solusi namanya," tandasnya. (bbn/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 6980 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5613 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3517 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2372 Kali
05
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026