Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Kinerja Perbankan Tumbuh Positif Seiring Meningkatnya Kredit Bermasalah
Jumat, 17 Mei 2019,
11:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Badung. Meski dengan catatan kinerja positif selama triwulan pertama tahun 2019, Industri Jasa Keuangan di Bali juga menorehkan tingkat kredit macet atau NPL yang mengalami peningkatan.
[pilihan-redaksi]
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusra, Elyanus Pongsoda merinci capaian pertumbuhan aset sebesar 11,81% (yoy), kredit 4,55% (yoy), dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 8,84% (yoy). Kendati demikian persentase kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) juga menunjukkan peningkatan. Pada Desember 2018 rasio NPL 3,27% dan kemudian mengalami sedikit peningkatan pada Maret 2019 menjadi 3,78%.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusra, Elyanus Pongsoda merinci capaian pertumbuhan aset sebesar 11,81% (yoy), kredit 4,55% (yoy), dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 8,84% (yoy). Kendati demikian persentase kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) juga menunjukkan peningkatan. Pada Desember 2018 rasio NPL 3,27% dan kemudian mengalami sedikit peningkatan pada Maret 2019 menjadi 3,78%.
"Namun demikian, apabila dibandingkan dengan kondisi NPL pada periode yang sama tahun 2018, NPL Maret 2019 mengalami penurunan sebesar 0,14%," ujarnya, Kamis (16/5) di Badung.
[pilihan-redaksi2]
Sedangkan jika diilihat dari sektor penyaluran kredit, kata dia, share terbesar diraup sektor penerima kredit bukan lapangan usaha sebesar 39,24%, perdagangan besar dan eceran 31,49%, dan penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum 9,55%.
Sedangkan jika diilihat dari sektor penyaluran kredit, kata dia, share terbesar diraup sektor penerima kredit bukan lapangan usaha sebesar 39,24%, perdagangan besar dan eceran 31,49%, dan penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum 9,55%.
Pongsoda menambahkan sumbangan terbesar untuk nominal kredit bermasalah berasal dari sektor perdagangan besar dan eceran 44,03%. Sementara itu, sektor dengan persentase NPL tertinggi yaitu sektor pertambangan dan penggalian sebesar 15,56% dan sektor jasa perorangan yang melayani rumah tangga sebesar 11,85%. (bbn/aga/rob)
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2430 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1934 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026