Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 April 2026
Kinerja Perbankan Tumbuh Positif Seiring Meningkatnya Kredit Bermasalah
Jumat, 17 Mei 2019,
11:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Badung. Meski dengan catatan kinerja positif selama triwulan pertama tahun 2019, Industri Jasa Keuangan di Bali juga menorehkan tingkat kredit macet atau NPL yang mengalami peningkatan.
[pilihan-redaksi]
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusra, Elyanus Pongsoda merinci capaian pertumbuhan aset sebesar 11,81% (yoy), kredit 4,55% (yoy), dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 8,84% (yoy). Kendati demikian persentase kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) juga menunjukkan peningkatan. Pada Desember 2018 rasio NPL 3,27% dan kemudian mengalami sedikit peningkatan pada Maret 2019 menjadi 3,78%.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusra, Elyanus Pongsoda merinci capaian pertumbuhan aset sebesar 11,81% (yoy), kredit 4,55% (yoy), dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 8,84% (yoy). Kendati demikian persentase kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) juga menunjukkan peningkatan. Pada Desember 2018 rasio NPL 3,27% dan kemudian mengalami sedikit peningkatan pada Maret 2019 menjadi 3,78%.
"Namun demikian, apabila dibandingkan dengan kondisi NPL pada periode yang sama tahun 2018, NPL Maret 2019 mengalami penurunan sebesar 0,14%," ujarnya, Kamis (16/5) di Badung.
[pilihan-redaksi2]
Sedangkan jika diilihat dari sektor penyaluran kredit, kata dia, share terbesar diraup sektor penerima kredit bukan lapangan usaha sebesar 39,24%, perdagangan besar dan eceran 31,49%, dan penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum 9,55%.
Sedangkan jika diilihat dari sektor penyaluran kredit, kata dia, share terbesar diraup sektor penerima kredit bukan lapangan usaha sebesar 39,24%, perdagangan besar dan eceran 31,49%, dan penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum 9,55%.
Pongsoda menambahkan sumbangan terbesar untuk nominal kredit bermasalah berasal dari sektor perdagangan besar dan eceran 44,03%. Sementara itu, sektor dengan persentase NPL tertinggi yaitu sektor pertambangan dan penggalian sebesar 15,56% dan sektor jasa perorangan yang melayani rumah tangga sebesar 11,85%. (bbn/aga/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3789 Kali
02
03
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1732 Kali
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026