Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kinerja Perbankan Tumbuh Positif Seiring Meningkatnya Kredit Bermasalah
Jumat, 17 Mei 2019,
11:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Badung. Meski dengan catatan kinerja positif selama triwulan pertama tahun 2019, Industri Jasa Keuangan di Bali juga menorehkan tingkat kredit macet atau NPL yang mengalami peningkatan.
[pilihan-redaksi]
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusra, Elyanus Pongsoda merinci capaian pertumbuhan aset sebesar 11,81% (yoy), kredit 4,55% (yoy), dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 8,84% (yoy). Kendati demikian persentase kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) juga menunjukkan peningkatan. Pada Desember 2018 rasio NPL 3,27% dan kemudian mengalami sedikit peningkatan pada Maret 2019 menjadi 3,78%.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusra, Elyanus Pongsoda merinci capaian pertumbuhan aset sebesar 11,81% (yoy), kredit 4,55% (yoy), dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 8,84% (yoy). Kendati demikian persentase kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) juga menunjukkan peningkatan. Pada Desember 2018 rasio NPL 3,27% dan kemudian mengalami sedikit peningkatan pada Maret 2019 menjadi 3,78%.
"Namun demikian, apabila dibandingkan dengan kondisi NPL pada periode yang sama tahun 2018, NPL Maret 2019 mengalami penurunan sebesar 0,14%," ujarnya, Kamis (16/5) di Badung.
[pilihan-redaksi2]
Sedangkan jika diilihat dari sektor penyaluran kredit, kata dia, share terbesar diraup sektor penerima kredit bukan lapangan usaha sebesar 39,24%, perdagangan besar dan eceran 31,49%, dan penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum 9,55%.
Sedangkan jika diilihat dari sektor penyaluran kredit, kata dia, share terbesar diraup sektor penerima kredit bukan lapangan usaha sebesar 39,24%, perdagangan besar dan eceran 31,49%, dan penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum 9,55%.
Pongsoda menambahkan sumbangan terbesar untuk nominal kredit bermasalah berasal dari sektor perdagangan besar dan eceran 44,03%. Sementara itu, sektor dengan persentase NPL tertinggi yaitu sektor pertambangan dan penggalian sebesar 15,56% dan sektor jasa perorangan yang melayani rumah tangga sebesar 11,85%. (bbn/aga/rob)
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5904 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026