Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Ada "Gurita" Raksasa di Berawa Beach Arts Festival 2019
Selasa, 21 Mei 2019,
22:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Badung. Berawa Beach Arts Fetival (BBAF) yang ke 2 kembali akan digelar tahun ini mulai 23 Mei hingga 26 Mei 2019 di Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara Badung. Selama 4 hari festival akan digelar berbagai aktivitas menarik.
[pilihan-redaksi]
Sebuah "Gurita" ukuran raksasa, Selasa (21/5/2019) terlihat di Pantai Berawa. "Gurita" ukuran raksasa ini menarik perhatian para pengunjung yang datang ke Pantai Berawa.
"Gurita Raksasa" ini merupakan instalasi bambu karya seniman patung asal Banjar Tandeg, I Ketut Putrayasa. Karya seni instalasi gurita raksasa dengan bahan bambu dan rangka besi seberat 5 ton ini memang dibuat khusus serangkaian BBAF yang ke 2 yang bertema "Pasisi Lango: "Deep Blue Spirit".
Menurut Ketua Panitia BBAF 2019, Made Dwijantara, karya seni "Gurita Raksasa" dalam acara Berawa Beach Arts Fetival (BBAF) ini dibuat sebagai bentuk kritik sosial terkait kondisi laut saat ini yang penuh polusi terutama sampah plastik.
"Kondisi laut saat ini penuh polutan sampah termasuk sampah plastik, "gurita" yang tinggal di laut dalam ini kemudian keluar dari dasar laut ke permukaan dan ingin menyampaikan bahwa area mereka penuh sampah plastik, pantainya tidak dijaga. Jadi pesan yang ingin kita sampaikan, mari jaga pantai kita, jaga laut kita agar tetap lestari kedepannya,"ujar Made dalam jumpa pers festival, di Pantai Berawa Selasa (21/5/2019).
Pembuat instalasi "Gurita Raksasa" I Ketut Putrayasa menyatakan, pembuatan karya seni "gurita gigantik" ini juga bertujuan untuk mengangkat kesadaran masyarakat terkait potensi yang ada di lautan atau pesisir.
"Gurita ini merupakan metafor untuk mengingatkan potensi pesisir yang luar biasa. Masa lalu peradaban itu di pesisir karena merupakan pintu masuk peradaban. Potensi pesisir itu yang kita ingin angkat lagi di Pantai Barawa, juga agar agar lingkungan menjadi harmonis, agar lebih "aware" (peduli) terhadap lingkungan, pesan pesisir sebagai tonggak peradaban baru, ini yang ingin saya sampaikan," jelas Putrayasa.
Rasa Jengah dan "Rebranding" Desa Tibubeneng
Ketua Panitia BBAF 2019, Made Dwijantara, menjelaskan, festival tahun ini merupakan yang ke 2, kalinya setelah festival pertama tahun 2018. Lokasi festival atau Pantai Berawa ini berlokasi di bagian barat dari wilayah Desa Tibubeneng.
"Target dari festival ini adalah untuk lebih memperkenalkan Pantai Berawa sebagai bagian dari Desa Tibubeneng, "rebranding" Berawa adalah di Desa Tibubeneng. Kita ingin membuat sesuatu yang berbeda dan tidak sekadar latah festival, kita terus melakukan evaluasi. Tahun lalu ada kompetisi patung pasir, tahun ini kita ada kompetisi patung mentega dengan melibatkan asosiasi chef dan para seniman, juga surfing competition dan lainnya. Kegiatan yang sudah ada tahun lalu tetap kita buat dan kita tambahkan dengan berbagai aktivitas lain,"jelasnya.
Festival tahun ini juga akan menampilkan aneka pentas seni seperti tahun lalu. Akan ada upaya pemecahan rekor MURI yakni rekor panggung terbesar dalam Berawa Beach Arts Fetival (BBAF).
[pilihan-redaksi2]
"Jika tahun lalu upaya pemecahan rekor pada jumlah orangnya, tahun ini pemecahan rekor pada kebendaan atau karya cipta berupa rekor panggung terbesar," ujarnya.
Perdekel Desa Tibubeneng, Made Kamajaya mengatakan, festival ini muncul dari rasa "jengah" atau malu, karena di wilayah Kuta Utara jumlah festival sejenis masih kurang dibanding wilayah lain seperti Kuta atau Kuta Selatan.
"Muncul dari rasa jengah, di Kuta Utara kok nggak seperti di tempat lain yang festivalnya sudah banyak, lalu kami "disupport" dan kami siap melaksanakannya. Tibubeneng ini lokasinya di tengah-tengah, festival ini juga sekalian untuk lebih mengenalkan bahwa Tibubeneng itu bukan Canggu,"ujarnya.
Wilayah Tibubeneng, sebut Kamajaya, mempunya pantai sepanjang 1,4 kilometer yang sangat potensial untuk berbagai aktivitas termasuk untuk "wind surfing".
"Pantai Berawa sudah menjadi tujuan wisata yang pesat dimana setiap harinya ada kunjungan rata rata 1000 orang turis. 85 persen warga kami juga bergerak di bidang pariwisata, kita punya kualitas wisata internasional di Pantai Berawa," ujarnya. [bbn/psk]
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026