Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
50 Koperasi di Tabanan Masuk Kategori 'Sakit'
Kamis, 20 Juni 2019,
08:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Kabupaten Tabanan pada 2019 memiliki 50 koperasi berkategori tidak sehat atau 'sakit'. Hal ini karena mereka tidak menggelar RAT (Rapat Akhir Tahunan) berturut-turut selama dua tahun.
[pilihan-redaksi]
Puluhan koperasi sakit ini pun nantinya akan dibina dan tidak begitu saja dibubarkan. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Tabanan, I Made Yasa menjelaskan, Tabanan memiliki 570 koperasi, ada 50 koperasi yang sakit. Diprediksi penyebab koperasi tak sehat karena belum maksimal menyusun laporan keuangan.
Puluhan koperasi sakit ini pun nantinya akan dibina dan tidak begitu saja dibubarkan. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Tabanan, I Made Yasa menjelaskan, Tabanan memiliki 570 koperasi, ada 50 koperasi yang sakit. Diprediksi penyebab koperasi tak sehat karena belum maksimal menyusun laporan keuangan.
"Prediksinya secara umum seperti itu,” katanya, Rabu (19/6).
Untuk mengatasi itu, pihaknya telah membentuk tim bersama dengan Dekopin (Dewan Koperasi Indonesia) untuk melakukan pemantauan dan pembinaan terhadap 50 koperasi tersebut.
"Jadi bukan langsung kita bubarkan, melainkan bagaimana kita bina terlebih dulu agar sehat dan aktif kembali, kalau tetap tidak bisa baru dibubarkan," ujarnya.
[pilihan-redaksi2]
Dinas Koperasi dan UKM Tabanan melalui tim pemantau turun langsung untuk menanyakan koperasi bersangkutan terkait kendala yang dihadapi sehingga bisa masuk kategori 'sakit'. Hasil dari monitoring inilah nantinya akan menjadi dasar untuk melakukan pembinaan dan pelatihan apa yang tepat untuk pertumbuhan koperasi di Kabupaten Tabanan.
Dinas Koperasi dan UKM Tabanan melalui tim pemantau turun langsung untuk menanyakan koperasi bersangkutan terkait kendala yang dihadapi sehingga bisa masuk kategori 'sakit'. Hasil dari monitoring inilah nantinya akan menjadi dasar untuk melakukan pembinaan dan pelatihan apa yang tepat untuk pertumbuhan koperasi di Kabupaten Tabanan.
Diakui Kendala pembuatan laporan keuangan ini tidak saja terjadi pada koperasi yang baru berdiri, namun hal sama juga terjadi pada koperasi yang sudah lama beroprasional. Sebab, sistem pencatatan akuntansi juga berubah, sehingga harus dilakukan lagi penyesuaian terhadap sistem yang baru,” tegasnya.
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026