Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Asteroid Sebesar Gedung Besar di AS Bakal Melintasi Bumi Jumat Ini
Rabu, 4 September 2019,
10:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Amerika Serikat. NASA. Lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA kini tengah melacak sejumlah asteroid yang berpotensi membawa dampak bahaya pada Bumi.
[pilihan-redaksi]
Dikutip dari Liputan6.com, menurut lembaga Center for Near Earth Object Studies (CNEOS), sebagaimana dikutip dari IB Times, Rabu (4/9/2019), asteroid terbaru yang diprediksi mendekati Bumi berukuran gedung Empire State.
Dikutip dari Liputan6.com, menurut lembaga Center for Near Earth Object Studies (CNEOS), sebagaimana dikutip dari IB Times, Rabu (4/9/2019), asteroid terbaru yang diprediksi mendekati Bumi berukuran gedung Empire State.
Meski bukan tertinggi di dunia, gedung ini memiliki tinggi 1.454 kaki atau lebih dari 318 meter.CNEOS meyebut, asteroid ini diidentifikasi sebagai 2019 GT3. Berdasarkan pangkalan data asteroid NASA, 2019 GT3 merupakan salah satu dari sejumlah asteroid terbesar yang akan mendekati Bumi pada bulan ini.
CNEOS mengatakan, kini asteroid 2019 GT3 melaju dengan kecepatan 30.500 mil per jam. Asteroid ini diperkirakan punya diameter 1.241 kaki dan membuatnya lebih tinggi ketimbang menara Eiffel di Paris, Prancis.
Melihat dari besarnya 2019 GT3, asteroid ini bisa membuat kawah seluas tiga mil, jika bertabrakan dengan Bumi. Artinya, asteroid ini cukup kuat untuk menghancurkan sebuah kota selama tabrakan berlangsung.
CNEOS memprediksi 2019 GT3 akan terbang melintasi Bumi pada 6 September mendatang sekitar pukul 12.21 siang waktu Eropa.
Selama ada di dekat Bumi, asteroid berukuran besar ini akan berjarak 4,6 juta mil dari Bumi. Sekadar informasi, 2019 GT3 pertama kali diobservasi pada 3 April. Berdasarkan pangkalan data, asteroid ini pernah mendekati orbit Mars dan Jupiter.
Asteroid ini diprediksi akan kembali mendekati Bumi pada 20 Juni 2030 mendatang. Sebelum waktu tersebut tiba, 2019 GT3 bakal berjarak setidaknya 8,9 juta mil dari Bumi.
[pilihan-redaksi2]
CNEOS mengategorikan 2019 GT3 sebagai asteroid Apollo. Seperti asteroid lain yang tergolong sebagai Apollo, 2019 GT3 memiliki lebar orbit antara Bumi dan Matahari. Saat bergerak, asteroid tersebut secara teratur melintasi jalur Bumi karena mengorbit bintang raksasa.
CNEOS mengategorikan 2019 GT3 sebagai asteroid Apollo. Seperti asteroid lain yang tergolong sebagai Apollo, 2019 GT3 memiliki lebar orbit antara Bumi dan Matahari. Saat bergerak, asteroid tersebut secara teratur melintasi jalur Bumi karena mengorbit bintang raksasa.
Karena persilangan 2019 GT3 dengan orbit Bumi, CNEOS mengklasifikasikan asteroid ini sebagai benda yang berpotensi bahaya terhadap Bumi.
"Asteroid yang berpotensi membawa bahaya pada Bumi kini didefinisikan berdasarkan parameter bahwa asteroid tersebut bisa mengancam karena jaraknya yang dekat dengan Bumi," kata CMEOS dalam pernyataannya.
Agensi juga menyebut, semua asteroid dengan interseksi minimal di jarak 0,5 astronimical unit atau kurang dari itu, dianggap berbahaya bagi Bumi. (bbn/rls/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5935 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4650 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2619 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2276 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2219 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026